Kamis, 19 Maret 2026

Update Korona Sumut 25 April: 123 Positif, 25 Sembuh dan 12 Meninggal

- Minggu, 26 April 2020 03:50 WIB
Update Korona Sumut 25 April: 123 Positif, 25 Sembuh dan 12 Meninggal

digtara.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Korona (Covid-19) Sumatera Utara (Sumut) memperbarui data pasien Covid-19 di Sumut. Tercatat jumlah pasien korona di Sumut hingga 25 April 2020 mencapai 123 orang. Bertambah tiga orang dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga:

Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan menyebutkan, jumlah 123 orang itu terkonfirmasi lewat dua metode pemeriksaan. Yakni pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (105 orang) dan pemeriksaan Rapid Test (18 orang).

“Hingga hari ini ada 123 positif, 25 sembuh dan 18 meninggal dunia,” kata Whiko dalam keterangan resmi GTPP Covid-19 yang diterima Minggu (26/4/2020).

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini di Sumut jumlahnya mencapai 144 orang. “Mereka kini dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan yang tersebar di Sumatera Utara,”tukas Whiko.

 

https://www.youtube.com/watch?v=gN4S1rVOVyE

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.
Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 

TITIK SEBARAN BARU

Whiko mengingatkan, bahwa satu orang saja yang terkonfirmasi positif dan memiliki riwayat kontak erat dengan orang sekitar, maka bisa menimbulkan titik sebaran Covid-19 yang baru.

Karena itu, menurut Whiko, upaya menekan penyebaran Covid-19 harus terus dilakukan pemerintah bersama seluruh pihak masyarakat di semua daerah yang ada.

 

Berdasarkan pantauan….

Berdasarkan pantauan dan informasi yang mereka terima, lanjut Whiko, sejumlah lokasi khususnya di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, terutama wilayah perbatasan, kondisi masyarakat di beberapa titik terlihat ramai dan terjadi konsentrasi keramaian saat sore hari hingga menjelang berbuka puasa.

Bahkan selain keramaian, banyak di antaranya tidak menggunakan masker, melakukan transaksi jual beli dengan jumlah penumpukan massa hingga 10-15 orang untuk satu gerai atau lapak dagangan takjil (menu berbuka puasa).

Karena itu Whiko menyampaikan kembali bahwa Covid-19 siap kapan saja dan menular kepada siapa saja. Penularan melalui saluran mata, hidung dan mulut, terutama yang tidak menjalankan upaya perlindungan sesuai protokol kesehatan.

Seperti menggunakan masker, menjaga jarak interaksi sekurangnya 2 meter, mencuci tangan dengan sabun serta menghindari keramaian/berkerumun.

“Setiap ada orang baru yang tertular virus corona, maka wabah Covid-19 akan diperpanjang masa keberlangsungannya. Penderita baru Covid-19 akan menjadi sumber baru penularan bagi orang-orang di sekitarnya,” jelas Whiko.

Kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadan lanjutnya, juga dianjurkan untuk tidak berlama-lama berkumpul di masjid/musala. Jika ada kegiatan seperti i’tikaf atau tadarusan, maka diminta untuk menjaga jarak dua meter antara satu dengan yang lain. Namun anjuran tersebut untuk daerah yang masuk sebagai zona kuning atau zona hijau.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=gN4S1rVOVyE

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.
Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru