Kamis, 19 Maret 2026

DPD GMNI Sumut Sesalkan Polisi Diserang TNI di Taput, Minta Pelaku di Pecat.

Redaksi - Minggu, 01 Maret 2020 06:33 WIB
DPD GMNI Sumut Sesalkan Polisi Diserang TNI di Taput, Minta Pelaku di Pecat.

Digtara.com – Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut, Paulus Gulo menyesalkan terjadinya penyerangan anggota polisi yang sedang bertugas oleh oknum anggota TNI di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Seharusnya, kedua institusi negara tersebut kompak dalam menjaga NKRI, dan minta pelaku di pecat. Minggu, (1/3/2020).

Baca Juga:

“Saya sangat menyayangkan hal ni, padahal pimpinan diatas sudah mengintruksikan agar sinergi. ini jelas kelalaian tugas,” katanya.

Menurut Paulus, harus ada tindakan yang tepat untuk memproses kasus tersebut, karena ini murni kelalaian tugas. Jadi harapannya, Kapolri Jenderal Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menindak oknum anggota TNI yang bersangkutan.

“Kalau perlu dipecat oknum tersebut biar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” pintanya.

Sikap DPD GMNI ini bukan maksud untuk mendukung salah satu institusi, tapi untuk mengambil hikmah dalam kasus ini, agar menjadi suatu pembelajaran. “Saya minta pada Pangdam, Dandim agar bertindak tegas untuk mengusut kasus tersebut. Kasihan polisi yang mulia dalam menjalankan tugas tapi dianiaya,’ tegas Paulus.

Pernyataan Kapolda Sumut

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormi mengatakan terkait bentrok TNI dan Polri yang terjadi di Pahae Jae, Tapanuli Utara murni kesalahpahaman. Pihaknya juga sudah menurunkan tim baik dari Propam bekerjasama dengan Pomdam I BB untuk melakukan penyelidikan.

“Ini hanya kesalahpahaman, dan kasus ini tidak boleh terulang kembali. Kita sedang melakukan penyelidikan,” paparnya.

Peristiwa ini menjadi viral dan perbincangan netizen di medsos. Seperti dalam postingan akun Katrina Karim di Facebook yang pertama kali memberitahukan pemukulan terhadap Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot S Nababan beserta anggotanya oleh oknum Anggota TNI.

Penyerangan Mapolsek Pahae Jae berawal dari insiden yang terjadi di jalinsum Desa di Desa Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara. Dimana saat itu terjadi kecelakaan tunggal truk fuso yang terbalik.

Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot S Nababan bersama anggotanya berada di lokasi untuk mengurai kemacetan dan mengevakuasi truk dengan menggunakan crane.

Namun, tiba-tiba mobil minibus yang ditumpangi oknum aparat tersebut melintas di jalur kanan, dimana saat itu jalur dibuat satu arah dengan sistem buka tutup. Diketahui salah satu penumpangnya perwira dari Yonif 123/RJW berpangkat Kapten dengan inisial R.

Masih dalam postingan tersebut, Kapolsek pun menghampiri mobil minibus sambil mengajukan pertanyaan tujuan mobil tersebut. Namun, seorang dengan menggunakan seragam loreng turun langsung mencekik dan menempeleng Kapolsek sambil berkata kau tidak sopan ngomong, Danki aku ya. Tulis akun Katrina Karim dalam postingan facebooknya, Kamis 27 februari lalu.

Warga sekitar yang melihat pun marah sambil berteriak menghujat oknum aparat tersebut. “Sini kau, kami sudah capek berjaga lalu lintas dari tadi,” teriak warga yang masih dalam postingan tersebut.
Akibat dari peristiwa ini, enam polisi dan satu warga terluka, Mapolsek rusak setelah terjadinya penyerangan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru