Jumat, 23 Februari 2024

Diduga Memeras, Oknum Ketua LSM Terjaring OTT

- Rabu, 17 Juli 2019 09:25 WIB
Diduga Memeras, Oknum Ketua LSM Terjaring OTT

Digtara.com | MEDAN – Oknum Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan) Polda Sumut di salah satu kafe yang berada di Jalan Stadion Teladan, Kota Medan.

Baca Juga:

Berdasarkan informasi oknum Ketua LSM tersebut adalah JN. Dirinya juga telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pemerasan.

Tersangka JN diketahui telah melakukan pemerasan terhadap seseorang bernama Muhamad Aswin Lubis. JN dikabarkan mengetahui adanya dugaan penyelewengan dana proyek rutin pemeliharaan dan perawatan jalan dan jembatan oleh Dinas Bina Marga Pemprov Sumut.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 9.950.000. Terkait hal ini, Kanit V Subdit IV/Renakta Polda Sumut, Kompol Alberson, membenarkan adanya OTT.

“Benar, ada kita periksa. Ia ditangkap Tim Saber Pungli,” kata Alberson, Rabu (17/7).

Berkaitan dengan kasus ini, untuk kepentingan penyidikan, Kabid Pengaduan Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumut, Yilpipa Minanda, dipanggil untuk diambil keterangannya.

Kabarnya, Yilpipa diperiksa lantaran menginformasikan soal proyek bermasalah itu ke JN. Disebut-sebut, informasi soal diduga bermasalahnya proyek itu didapat JN dari Yilpipa.

Terkait hal tersebut, Alberson menuturkan, Yilpipa diambil keterangannya karena penyidik ingin mencari tahu surat pengaduan JN ke Inspektorat soal proyek bermasalah yang sedang dikerjakan.

“Jadi kami panggil Yilpipa karena tersangka JN ada mengirim surat ke Inspektorat soal proyek tersebut. Surat pengaduannya asal-asalan. Sewaktu surat masuk ke Inspektorat, menurut Yilpipa tanpa diregister langsung dikirimkan ke Dinas Bina Marga,” tuturnya.

Alberson juga menegaskan, informasi soal Yilpipa membeberkan proyek bermasalah itu ke JN disebutkannya tidak benar. Pemeriksaan Yilpipa sebatas untuk mencari surat pengaduan yang dijadikan JN untuk memeras.

“Kemungkinan nanti kita periksa lagi orang Dinas Bina Marganya, sudah sampai mana surat itu,” paparnya.

Kasubdit IV/Renakta Polda Sumut, Kompol Reindhard Nainggolan menjelaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Sebab, ini tangkapan dari intel dan diserahkan kepada pihaknya untuk menanganinya.

“Modus tersangka meminta uang kepada korban karena mengetahui adanya dugaan proyek yang bermasalah,” tegasnya.

Sejauh ini Polda Sumut masih menetapkan seorang tersangka dan telah memeriksa beberapa orang saksi, termasuk Yilpipa Minanda.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wakapolda Sumut Kumpulkan Camat dan Kades Usai Pemilu 2024, Begini Faktanya

Wakapolda Sumut Kumpulkan Camat dan Kades Usai Pemilu 2024, Begini Faktanya

Bertambah! Tersangka Dugaan Suap Seleksi Guru PPPK Madina Jadi 6 Orang, Semuanya Pejabat

Bertambah! Tersangka Dugaan Suap Seleksi Guru PPPK Madina Jadi 6 Orang, Semuanya Pejabat

Terjaring OTT, Komisioner KPU Padangsidimpuan Jadi Tersangka, Uang Rp 26 Juta Jadi Barang Bukti

Terjaring OTT, Komisioner KPU Padangsidimpuan Jadi Tersangka, Uang Rp 26 Juta Jadi Barang Bukti

Tim Saber Pungli Ditreskrimum Polda Sumut OTT Komisioner KPU Padangsidimpuan

Tim Saber Pungli Ditreskrimum Polda Sumut OTT Komisioner KPU Padangsidimpuan

10 Lokasi Tambang Bitcoin di Medan Digerebek Polisi, Curi Listrik hingga Rp 14,4 Miliar

10 Lokasi Tambang Bitcoin di Medan Digerebek Polisi, Curi Listrik hingga Rp 14,4 Miliar

1.980 Personel Polda Sumut Amankan Aquabike Jetski World Championship 2023 di Danau Toba

1.980 Personel Polda Sumut Amankan Aquabike Jetski World Championship 2023 di Danau Toba

Komentar
Berita Terbaru