Tangisan Ibu di Binjai yang Anaknya Terjebak Perang Ukraina – Rusia

digtara.com – Tangisan Ritami, ibu dari Muhammad Raga Prayuga yang bekerja di Kota Chernihiv Ukraina pecah setelah melihat video anaknya berlari sambil menceritakan kondisi ledakan bom dari tentara Rusia saat menyerang Ukraina.
Baca Juga:
“Hati seorang ibu mana yang gak hancur melihat anaknya terjebak di dalam negara yang sedang konflik hingga gencatan senjata,” ujar Ritami saat ditemui di rumah saudaranya, dikawasan KM 19, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (7/3/22).
Diceritakannya, rasa ketakutan dirinya muncul setelah anaknya memposting situasi dan keadaan di dekat tempat persembunyiannya di Kota Chernihiv di akun media sosial.
“Dalam video itu anak saya menceritakan ledakan bom yang saat itu berada di dekat mereka. Saya hafal betul dengan suaranya, itu suara Raga yang ada di dalam video tersebut,” kata Ritami tak kuasa menahan tangis sembari memeluk foto anak Raga, anak yang ia sayangi.
Beberapa saat kemudian, masih kata Ritami, dirinya mencoba menghubungi Raga untuk menanyakan situasi dsn kondisi mereka pasca gempuran dari tentara Rusia.
“Saya hubungi dia, saya tanyakan keadaannya, Raga menjawab kalau mereka baik-baik saja. Saya bilang sama dia jangan posting video itu, karena saya sedih melihatnya, namun Raga menjawab biarkan saja mak, biar pemerintah Indonesia tau, biar kami cepat dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Ritami sembari terisak menahan kesedihannya.
Meski dalam kondisi sehat, namun kecemasan dan ketakutan terus menghantui diri Ritami. Bahkan dia berharap agar secepatnya Raga dan kedelapan WNI lainnya dievakuasi dan dikembalikan ke tanah air.
“Sebenarnya Raga sudah mau pulang ke Indonesia karena mendengar kabar soal perang. Hanya saja prosesnya sangat lamban, hingga akhirnya mereka tertahan di tengah kondisi perang Rusia dengan Ukraina,” pungkasnya.
“Kalau berdasarkan kontrak, bulan September 2022 ini kontraknya habis, namun kondisi seperti ini membuat Raga dan lainnya harus tertahan,” kata Ritami, warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Binjai.
Ritami menuturkan, sebagai seorang ibu dirinya sempat mencoba menenangkan diri dan berharap anaknya bersama rekan-rekannya bisa segera dievakuasi, dan pulang ke rumah dengan keadaan selamat.

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur
