Gawat! Donald Trump Bisa Bikin Harga iPhone Makin Mahal
digtara.com - Apple dilaporkan berencana menaikkan harga jajaran iPhone terbarunya yang akan dirilis pada musim gugur di Amerika Serikat, yakni antara September hingga November 2025.
Baca Juga:
Kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tarif impor disebut menjadi alasan utama di balik kenaikan harga tersebut.
Mengutip laporan Wall Street Journal yang disampaikan oleh Gadgets360, Selasa (13/5/2025), tarif impor yang tinggi berdampak langsung pada biaya produksi Apple.
Meski demikian, Apple disebut berupaya meredam dampak kenaikan harga dengan memperkenalkan berbagai fitur baru serta desain inovatif, termasuk peluncuran iPhone dengan desain lebih tipis.
Strategi ini diyakini mampu menjaga minat konsumen meskipun harga perangkat meningkat.
Apple selama ini merakit sebagian besar produknya di Tiongkok--negara yang paling terdampak oleh tarif impor AS yang mencapai 145 persen.
Namun, Apple belum memberikan tanggapan resmi terkait rumor kenaikan harga tersebut.
Jika kebijakan ini diterapkan, Apple berpeluang mengimbangi lonjakan biaya produksi. Perusahaan juga dilaporkan mulai memindahkan sebagian pabriknya dari Tiongkok ke India sebagai langkah diversifikasi.
Pada awal Mei ini, Apple mengakui bahwa kebijakan tarif Presiden Trump dapat menambah beban biaya perusahaan hingga USD 900 juta (sekitar Rp 14,8 triliun) untuk kuartal April-Juni 2025.
Sebagai upaya efisiensi, Apple menyatakan akan memproduksi sebagian besar iPhone yang dijual di AS dari pabriknya di India.
Ingin Punya iPhone 11 Pro, Remaja Putri di Kupang Nekat Curi Perhiasan Emas Milik Ibu Angkat
Update Harga iPhone Terbaru 2026 Turun Drastis, iPhone 13 hingga iPhone 16 Pro Max Makin Murah
Budget 3 Juta, Lebih Baik Beli iPhone bekas atau Samsung Baru? Ini Perbandingannya
5 iPhone Bekas Harga Rp1–2 Jutaan yang Masih Layak untuk Konten dan Gengsi di 2026
5 HP Wireless Charging Termurah Desember 2025, Harga Mulai Rp 2 Jutaan dengan Memori Besar