Rabu, 19 Agustus 2026

Pagi Ini, Badai Kembali Hantam IHSG dan Rupiah

Redaksi - Kamis, 28 Januari 2021 02:45 WIB
Pagi Ini, Badai Kembali Hantam IHSG dan Rupiah

digtara.com – Badai di pasar keuangan terkait IHSG dan nilai tukar rupiah pada hari ini, Kamis 28/1/2021) akan lebih besar dari perdagangan sebelumnya. Kabar buruk justru membuat sejumlah bursa global diperdagangkan merah.

Baca Juga:

Bursa di Asia, Eropa dan Amerika diperdagangkan dengan penurunan angka sangat signifikan. Indeks Harga Sajam Gabungan (IHSG) dihadapkan pada benturan kuat yang bisa membuat IHSG turun, menembus level 6.000 dan menjauhi level psikologis tersebut.

Sentimen yang muncul belakangan adalah buruknya kinerja emiten besar di AS yang memicu aksi jual di pasar saham. “Ini bukan kabar yang baik, dan tentunya IHSG memang akan bergerak ke arah yang lebih terukur yakni berada di zona merah,” ujar ekonom Gunawan Benjamin, Kamis pagi.

Kondisi kian diperburuk, lanjut Gunawan, dengan penambahan jumlah kasus pasien covid 19 yang telah menembus 1 juta di tanah air.

“Pada sesi pembukaan perdagangan hari ini saja, IHSG sudah terkoreksi 0.7% di level 6.065,79. Sejauh ini kondisinya terus memburuk. Sudah berada dekat dengan level psikologis 6.000, ujar Gunawan.

Dikatakan, buble yang tercipta seiring dengan penemuan vaksin sebelumnya, yang dinilai akan menjadi solusi untuk maslah covid 19. Gelembung atau buble tersebut sudah mulai pecah di pekan ini.

“Sejauh ini saya belum melihat dimana tekanan IHSG ini akan berhenti. Walau demikian saya menilai IHSG berada di kisaran 5.700 hingga 6.000 untuk sementara waktu dalam jangka pendek sangat masuk akal,” katanya.

Hal yang sama ditunjukan oleh Rupiah yang juga membukukan kinerja yang buruk pagi ini. Rupiah diperdagangkan melemah di level Rp14.085 per US Dolarnya. Padahal Rupiah sempat di buka sama dengan penutupan sebelumnya di sesi pembukaan.3

 

 

IHSG rupiah

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru