Pernyataan Gubernur The Fed Dorong Bursa Asia
digtara.com | JAKARTA. Bursa saham Asia merangkak naik mengawali perdagangan Rabu (27/2). Setelah Gubernur The Fed Jerome Powell yang menegaskan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan lebih memilih pendekatan yang lebih “sabar” dalam menghadapi perlambatan ekonomi.
Baca Juga:
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1% pada awal perdagangan, tidak jauh dari level tertinggi lima bulan pada hari Senin (25/2). Sedangkan rata-rata saham Nikkei Jepang naik 0,4% da saham Australia naik 0,3%.
Sebelumnya, Powell menyampaikan testimoninya di hadapan kongres perihal pendekatan bank sentral di tengah kemungkinan perlambatan ekonomi. The Fed tidak akan buru-buru untuk membuat penilaian terhadap kenaikan suku bunga.
Powel menguraikan tentang sajian data ekonomi yang saling bertentangan, termasuk data penjualan ritel dan aspek ekonomi lainnya yang mengecewakan. Kontras dengan sajian pertumbuhan upah dan pengangguran yang rendah.
“Komentar Powell netral dan data ekonomi yang dirilis semalam beragam, tidak cukup untuk memberikan implikasi bagi kebijakan The Fed dan arah ke pasar,” kata Yasuo Sakuma, chief investment officer di Libra Investments..
Di pasar mata uang, dollar AS melemah setelah pernyataan Powell ini. Indeks dollar AS merosot ke level terendah tiga pekan di hadapan mata uang utama lainnya. Terakhir diperdagangkan flat di 96.079.
IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG
IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE
IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII
IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG
Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL