Bursa AS dan Asia Membaik, Rupiah Melemah
digtara.com – Kinerja pasar keuangan di Asia pada perdagangan hari ini, Kamis (7/1/2021) menguat tajam. Kenaikan kinerja bursa di Asia dipicu oleh membaiknya kinerja bursa di AS. Bursa di AS menguat ditengah demo besar pendukung Presiden AS Donald Trump. Meskipun pelaku pasar pada umumnya juga tengah mempertimbangkan kemungkinan gelontoran stimulus fiscal tambahan serta dana bantuan covid 19. Bursa AS dan Asia Membaik, Rupiah Melemah
Baca Juga:
Sentimen tersebutlah yang membuat kinerja indeks saham global khususnya yang ada di Asia mengalami penguatan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka menguat di level 6.091,72.
Kinerjanya diyakini akan mampu bertahan di zona hijau setidaknya sampai penutupan perdagangan sesi pertama nantinya.
Demikian disampaikan ekonom, Gunawan Benjamin kepada digtara.com, Kamis pagi.
Sementara itu, lanjut Gunawan, mata uang Rupiah kinerjanya masih memburuk. Dimana Rupiah kembali melemah di level 13.920 per US Dolar. Di awal pembukaan kinerja mata uang Rupiah juga melemah di level 13.905 per US Dolar.
Dibandingkan kinerja Rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya di level 13.895 per US Dolarnya.
Secara kesleuruhan pasar keuangan nasional pada hari ini akan banyak dipengaruhi oleh sejumlah kabar terkait dengan covid 19. Sejauh ini pelaku pasar merespon negatif kebijakan pemerintah terkait PSBB ketat Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut bisa saja membuat banyak industri merugi dan memicu terjadinya tekanan pada IHSG maupun Rupiah.
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik