Otot Rupiah Kembali Mengendur
digtara.com | JAKARTA – Otot rupiah kembali mengendur perdagangan Selasa (29/1). Mengutip Bloomberg, pukul 10.00 WIB di pasar spot rupiah melemah 0,15% ke level Rp 14.093 per dollar AS dari posisi Rp 14.072 per dollar AS.
Baca Juga:
- Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
Senasib, pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) rupiah melemah 0,43% ke level Rp 14.098 per dollar AS dari posisi Rp 14.038 per dollar AS.
Sempat menolak diakuisisi, kini Ophir masih beri perpanjangan waktu bagi Medco
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyebut rupiah dalam tren pergerakan stabil dan menguat. Bahkan Gubernur BI Perry Warjiyo melihat penguatan ini didorong oleh empat hal yakni meningkatnya kepercayaan investor asing, terjalinnya koordinasi antara BI pemerintah dan OJK, bekerjanya mekanisme pasar dan ketahanan eksternal yang membaik.
Kepercayaan investor asing terus menguat dibuktikan dengan terus masuknya aliran modal asing melalui penanaman modal asing (PMA), investasi portfolio baik di obligasi, saham maupun aset keuangan lainnya.
Hari ini, pasar tengah memantau perkembangan perundingan dagang Amerika Serikat (AS)-China di tengah kasus Huawei. Perang dagang AS-China mulai memberikan eksesnya.
Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda
Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat