Selasa, 30 Juni 2026

Rupiah Masih Berpotensi Melemah Akibat Konflik AS-China dan Covid-19

Arie - Senin, 20 Juli 2020 01:39 WIB
Rupiah Masih Berpotensi Melemah Akibat Konflik AS-China dan Covid-19

digtara.comNilai tukar rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan. Hal ini seiring dengan sederet faktor penekan baik dari dalam maupun luar negeri. Rupiah Melemah Akibat Konflik AS-China dan Covid-19

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terkoreksi 0,53 persen atau 78 poin ke level Rp14.703 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (17/7/2020) pekan lalu. Dalam sepekan terakhir, rupiah terkoreksi 2,31 persen atau 333 poin.

Kekhawatiran memburuknya hubungan AS dan China serta masalah peningkatan penularan Covid-19. Dua hal itu jadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah pekan lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Ariston Tjendra.

“Dengan situasi kekhawatiran ini, pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia yang menurunkan tingkat imbal hasil di Indonesia menjadi tidak menarik untuk hot money,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (19/7/2020).

Potensi pelemahan nilai tukar rupiah masih terbuka dengan penularan virus Covid-19 yang masih terus naik. Kondisi itu menurutnya dapat menyebabkan pemulihan ekonomi tersendat.

Dari dalam negeri, dilaporkan penambahan 1.752 kasus positif Covid-19 pada Sabtu (18/7/2020). Total angka kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 84.882.

Baca: Terkait Konflik AS dan China di Laut China Selatan, Begini Sikap Indonesia

Total kasus positif Covid-19 di Indonesia telah melewati China. Negeri Panda tercatat memiliki 83.660 kasus berdasarkan data laman worldmeters.info pada Minggu (19/7/2020).

Ariston menambahkan kekhawatiran terhadap memburuknya hubungan AS dan China akan menekan pergerakan rupiah. Kendati demikian, data-data ekonomi yang menunjukkan perbaikan dapat memberikan sentimen positif terhadap rupiah.

“Pekan ini mungkin rupiah bisa bergerak di kisaran Rp14.450-Rp14.900,” jelasnya. [bisnis]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Rupiah Masih Berpotensi Melemah Akibat Konflik AS-China dan Covid-19

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Komentar
Berita Terbaru