Rupiah Terdampar di Level Rp14.228 Per Dollar AS
digtara.com | JAKARTA – Rupiah makin melemah menjelang siang hari ini. Senin (26/1) pukul 11.25 WIB, rupiah spot berada di Rp 14.228 per dollar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 0,35% ketimbang penutupan akhir pekan lalu pada Rp 14.178.
Baca Juga:
- Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
Ibrahim Assuaibi, Direktur Garuda Berjangka melihat pelemahan nilai tukar rupiah hari ini terjadi karena efek dari kondisi politik di Amerika Serikat. Seperti yang sudah diketahui, AS masih bergulat dengan government shutdown, yang saat ini sudah memasuki minggu keempat.
Pelemahan pemerintahan di AS terjadi karena pemerintah belum mencapai kesepakatan mengenai pembiayaan pembangunan dinding di perbatan Meksiko yang nilainya mencapai US$ 5,7 triliun untuk tahun ini.
“Keadaan ini akan mengurangi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 0,1% per minggunya. Namun karena hal ini pula, investor menjadikan dollar AS sebagai safe haven, sehingga dalam keadaan lumpuh, dollar AS malah terkerek,” kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Senin (21/1).
Analis Monex Investindo Future, Dini Nurhadi Yasyi mengatakan, penguatan dollar justru terjadi akibat dari kelanjutan perundingan dagang antara AS dan China. China mengeluarkan rilis data produk domestik bruto (PDB). Pertumbuhan ekonomi China mencatat level terendah sejak 1990.
“Tentu ini menjadi sentimen negatif di tengah harapan negosiasi dagang antara China dan AS. Ada kabar jika AS berencana untuk tidak lagi memberlakukan bea impor pada China pada pertemuan di akhir Januari mendatang,” ungkap Dini.
Melihat hal tersebut, Dini memproyeksi jika rupiah berpotensi mengalami pelemahan ringan pada penutupan pasar Senin (21/1/2019) ini seperti dilansir kontan.
“Selama rupiah tidak menembus Rp 14.240, semua masih baik-baik saja. Sentimen internal positif berupa aliran capital inflow senilai lebih dari Rp 9 triliun masih menjadi kekuatan untuk rupiah,”ujarnya.
Dini memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.180-Rp 14.200 per dollar AS.
Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda
Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat