Jumat, 13 Maret 2026

Pengamat: Belum Ada Bisnis Yang Prospektif Tahun Ini

- Minggu, 14 Juni 2020 09:53 WIB
Pengamat: Belum Ada Bisnis Yang Prospektif Tahun Ini

digtara.com – Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin menilai, belum ada bisnis yang prospektif dan benar-benar menjanjikan keuntungan pada tahun ini. Kondisi itu seiring dengan belum akan pulihnya ekonomi Indonesia hingga tahun 2020 mendatang.

Baca Juga:

Gunawan menyatakan, di tengah pandemi virus korona (covid-19) saat ini, tidak mudah menentukan usaha apa yang bisa menjanjikan.

Awalnya, saat masyarakat mulai panik dengan penyebaran korona, masker atau alat medis lainnya sangat menjanjikan keuntungan. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, karena titik keseimbangan bisnis tersebut segera tercipta.

Masker yang sebelumnya sempat langka dan mahal. Saat ini sudah mulai banyak beredar dan harganya sangat terjangkau. Sehingga tidak lagi menjanjikan keuntungan.

Di saat new normal diberlakukan, ada harapan bahwa ekonomi masyarakat akan kembali berputar dan sangat berpeluang memberikan janji keuntungan ekonomi.

“Namun, sekalipun skema new normal sudah diberlakukan, seakan memberikan harapan bahwa ada peluang bisnis yang bisa dilakukan. Memang benar anggapan seperti itu. Tetapi bisnis yang dijalankan saat new normal belum bisa menggaransi 100% akan mendatangkan keuntungan,” sebut Gunawan, Minggu (14/6/2020).

Di saat masyarakat dianjurkan untuk tetap di rumah, ekonomi jelas terhenti. Namun skema new normal saat ekonomi dibuka, ini menjadi pertarungan bagi para pebisnis dalam mempertahankan usahanya. Nah disini yang sebenarnya menjadi akar masalah mengapa pelaku usaha saat new normal sekalipun dia bisa berhadapan dengan tiga kemungkinan sekaligus.

“Lingkaran masalahnya itu begini, pertama banyak dunia usaha yang akan mengalami kerugian jika usahanya tidak dibuka. Kedua, potensi kerugian tetap terjadi jika usaha dibuka, bisa dikarenakan beban operasional yang lebih besar dari pendapatannya. Ketiga, potensi mendapatkan keuntungan,” terangnya.

 

Bisnis Defensif

BISNIS DEFENSIF

Bisnis yang defensif sekalipun, sambung Gunawan, saat new normal diyakini belum akan mampu membalikan kondisi usaha ke kondisi semula. Semuanya masih mengalami masa transisi.

“Jika melihat perkembangan bisnis yang sekarang, saya menilai apapun itu yang terjadi saat ini. Belum bisa dikatakan bahwa ada peluang bisnis yang menjanjikan keuntungan dalam jangka panjang,” tukasnya.

Gunawan menilai, tahun 2022 awal menjadi waktu yang paling cepat buat ekonomi ini mengalami pemulihan. Dengan catatan tidak terjadi gelombang pandemik korona kedua yang justru bisa memperburuk keadaan. Namun jika skenario terburuk terjadi, proses pemulihan akan berlangsung lebih lama lagi.

“Jadi kesimpulannya, membuka dan menjalankan bisnis yang sudah ada menjadi jalan yang bisa dilakukan. Tanamkan bahwa disaat kondisi seperti sekarang, pada dasarnya belum ada satupun bisnis baru yang benar-benar sangat menjanjikan keuntungan. Jadi sebaiknya hati-hati mengelola bisnis di tengah kondisi seperti saat ini,” tandasnya.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=MwyiAntIT3Y

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru