Minggu, 01 Maret 2026

Rupiah Diramalkan Menguat Lagi, Menyusul Membaiknya Harga Minyak

Arie - Rabu, 20 Mei 2020 00:14 WIB
Rupiah Diramalkan Menguat Lagi, Menyusul Membaiknya Harga Minyak

digtara.comNilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksi akan menguat lagi pada Rabu, 20 Mei 2020. Kemarin, rupiah ditutup pada posisi Rp 14.770 per dolar AS atau menguat 0,54 persen. Rupiah Diramalkan Menguat Lagi

Baca Juga:

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah dibayangi oleh harga minyak yang melonjak pada hari Senin, dengan benchmark AS dan Brent berada di jalur untuk penyelesaian tertinggi dalam dua bulan.

“Hal ini didukung oleh optimisme pelaku pasar tentang dimulainya kembali aktivitas ekonomi dan penurunan produksi yang stabil dari produsen utama,” ujarnya Selasa sore.

Laju rupiah juga dipengaruhi oleh kabar perkembangan vaksin virus korona yang diproduksi bioteknologi Moderna di AS. Moderna menyatakan hasil uji klinis pertama vaksin cukup positif. Pasalnya, imun atau antibodi dari 8 orang yang diujicobakan mampu menghasilkan antibodi virus korona.

“Kabar tersebut tentunya memberikan harapan virus korona bisa segera ditanggiulangi dan kehidupan kembali normal, roda perekonomian kembali berputar kencang. Sentimen pelaku pasar pun membaik, dan rupiah siap berjaya lagi,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, penguatan mata uang garuda dibayangi oleh Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2020. Padahal pelaku pasar berekspektasi ada penurunan menjadi 4,25 persen.

Menurut Ibrahim, keputusan BI sudah tepat dengan mempertahankan suku bunga acuan. Yang harus di perhatikan saat ini adalah menambah stimulus baru seperti apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika dan Bank Sentral Eropa sehingga ada singkronisasi antara bank sentral global.

Stimulus tersebut berupa 4 kebijakan yang pro dengan pasar, antara lain,
Pertama, menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha mikro di lembaga Keuangan.

Kedua, mempertimbangkan pemberian jasa giro atas Giro Wajib Minimum (GWM) bank yang ada di BI.

Ketiga, memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan syariah.

Keempat, Mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital melalui kolaborasi antar-bank dan fintech melebarkan akses UMKM dan masyarakat. [minews]

 

https://www.youtube.com/watch?v=auEGDEG99kk

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Rupiah Diramalkan Menguat Lagi, Menyusul Membaiknya Harga Minyak

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru