Kamis, 29 Januari 2026

IHSG Diproyeksikan akan Melanjutkan Pelemahan

- Senin, 20 April 2020 23:41 WIB
IHSG Diproyeksikan akan Melanjutkan Pelemahan

digtara.com – IHSG terkoreksi 1,27% atau 58,916 poin ke level Rp 4.575,905 di perdagangan Senin (20/4) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah.

Baca Juga:

Adapun berbagai sektor hari ini kompak mengalami penurunan. Koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan hingga 2,82%.

Setelahnya disusul oleh sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi yang menurun 2,06%.

Sementara sektor yang penurunannya paling mini adalah sektor perdagangan, jasa, dan investasi 0,22% dan sektor barang konsumsi 0,47%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengamati IHSG yang memerah seiring dengan indeks regional Asia yang mayoritas melemah.

Penurunan ini dipicu pemangkasan tingkat suku bunga acuan yang dilakukan oleh Tiongkok.

Selain itu, lesunya IHSG hari ini masih dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah IHSG menguat hingga 3,44% pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

Untuk pergerakan besok Selasa (21/4), Herditya memproyeksi IHSG masih akan melanjutkan koreksi.

“IHSG masih dapat terkoreksi dengan support 4.540 dan resistance 4.700,” katanya.

Ia menyarankan investor untuk terus memperhatikan pergerakan bursa global dan data pinjaman per Maret 2020 yang akan rilis minggu ini.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan IHSG pada hari Selasa akan melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak di level support 4.450 dan level resistance 4.750.

Penurunan ini diperberat oleh tekanan jual dari investor asing yang masih besar. Asal tahu saja, pada penutupan perdagangan hari net sell asing tercatat Rp 572,96 juta.

“Sejalan dengan proyeksi tersebut, penyempitan slope antara MACD line dengan Tigger line masih berlanjut, seiring dengan indikator RSI masih bergerak turun,” tulisanya dalam risetnya.

Lebih lanjut Valdy menjelaskan, pergerakan IHSG itu mencerminkan sikap wait and see investor terhadap data-data ekonomi.

Khususnya, data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 yang dijadwalkan rilis pada pekan pertama Mei 2020.

” Hal ini menunjukan bahwa kekhawatiran Investor terhadap efek negatif wabah COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia masih cukup tinggi,” tutup Valdy.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

IHSG Berpeluang Uji Level 9.229 Hari Ini, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Uji Level 9.229 Hari Ini, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Komentar
Berita Terbaru