Rupiah Masih Cukup Kuat Hadapi Dolar AS dalam Jangka Pendek
digtara.com | Rupiah spot sepanjang pekan ini cenderung menguat Ditopang sentimen eksternal. Kondisi tersebut diprediksi masih bisa berlanjut di pekan depan, berkaca dari penguatan rupiah di akhir pekan ini.
Baca Juga:
Mengutip Bloomberg, dalam sepekan nilai tukar rupiah tercatat menguat 2,61% dari Rp 15.880 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/4), menjadi Rp 15.465 per dolar AS pada Jumat (17/4).
Pada kurs tengah Bank Indonesia, kurs Jisdor hari ini berada di Rp 15.503 per dolar AS.
Dalam sepekan, Jisdor menguat 4,54% dari posisi Rp 16.241 pada perdagangan terakhir pekan lalu.
Analis HFX Internasional Berjangka Ady Phangestu menjelaskan, sentimen nilai tukar rupiah sepakan mengacu pada perputaran roda ekonomi China yang berangsur membaik.
Kondisi tersebut turut memicu kembali manufaktur Negeri Tirai Bambu, sehingga kebutuhan bahan tambang dari Indonesia dan Australia akan membaik.
“Diperkirakan membaiknya manufaktur China bakal memulihkan alur perdagangan Asia secara berangsur,†kata Ady.
Sementara itu, laporan data tenaga kerja AS terbaru yang tercatat memburuk. Klaim pengangguran naik 5,2 juta orang hingga akhir pekan lalu sehingga menekan kurs dolar AS.
Selain itu, neraca perdagangan yang defisit AS turut menjadi sentimen yang menguatkan hampir sebagian besar mata uang di Asia, termasuk rupiah.
Di samping itu, beberapa negara barat bersiap melonggarkan lockdown.
“Untuk jangka pendek, rupiah masih cukup menguat.
“Tetapi untuk jangka menengah masih ada ruang untuk melemah ke kisaran Rp 15.500 per dolar AS,†tandasnya.
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS