Minggu, 31 Agustus 2025

Permintaan Ekspor Kentang Asal Sumut Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

- Rabu, 08 April 2020 12:42 WIB
Permintaan Ekspor Kentang Asal Sumut Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

digtara.com – Permintaan ekspor kentang asal Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19). Utamanya dari Malaysia dan Singapura.

Baca Juga:

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan, berdasarkan catatan mereka, pada periode Januari sampai dengan April 2020 sudah ada 11 kali ekspor kentang dari Belawan ke Malaysia dan 1 kali ke Singapura. Volumenya mencapai 80,5 ton. Sementara pada periode yang sama di tahun 2019 tercatat hanya ada 7 kali frekuensi ekspor dengan tujuan Singapura dan Malaysia 48,5 ton.

“Ini pesan yang selalu disampaikan Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo. Bahwa negara kita kaya penuh potensi. Tugas kita menggarapnya untuk kesejahteraan masyarakat khususnya petani,” kata Jamil dalam keterangan persnya, Rabu (8/4/2020).

 

Permintaan Ekspor Kentang Asal Sumut Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19
Puluhan ton kentang siap diekspor dari Sumatera Utara ke Malaysia dan Singapura. (istimewa)

 

Kentang (Solanum tuberosum L) yang diekspor, terang Ali Jamil, adalah jenis Granola. Kentang jeni ini adalah produk pertanian dari sub sektor hortikultura dan banyak dibudidayakan di wilayah Sumatera Utara.

“Awal April merupakan masa panen, produksinya yang berlimpah dan siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan pasar dalam negeri dan juga pasar ekspor,” pungkasnya.

PELAYANAN TIDAK LIBUR

Sesuai arahan pemerintah yakni dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditengah wabah pandemi Covid-19, layanan karantina hewan, ikan dan tumbuhan menjadi salah satu layanan publik yang terus berjalan.

 

Permintaan Ekspor Kentang Asal Sumut Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19
Kentang jenis Granola yang dieskpor ke Malaysia dan Singapura. Permintaan komoditi ini meningkat selama Pandemi Covid-19.

 

Pejabat karantina pertanian yang bertugas dilapangan dibatasi sesuai dengan kondisi lalu lintas diunit kerja, menggunakan APD yang memadai serta hal-hal yang telah diatur pada Protokol Kewaspadaan Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi Layanan Publik Karantina Pertanian akan terus dipantau pimpinan di unit kerja.

“Kita kawal kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan, apalagi untuk bahan pangan. Juga tidak kalah penting memastikan ekspor produk pertanian tetap terjamin akseptabilitasnya dinegara mita dagang, untuk menambah devisa negara, ” tutup Jamil.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=auEGDEG99kk

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.
Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru