Minggu, 03 Mei 2026

Kurs Rupiah di Pasar Spot Tergelincir di Zona Merah

- Kamis, 02 April 2020 02:01 WIB
Kurs Rupiah di Pasar Spot Tergelincir di Zona Merah

digtara.com – Pada perdagangan Kamis (2/4), pukul 09.00 WIB Rupiah di pasar spot kembali dibuka di zona merah, rupiah berada di level Rp 16.505 per dolar Amerika Serikat.

Baca Juga:

Ini membuat mata uang Garuda melemah 0,33% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 16.450 per dolar AS.

Posisi ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan. Won Korea Selatan kembali menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,81%.

Posisi kedua diikuti oleh ringgit Malaysia yang turun 0,50%. Selanjutnya ada yen Jepang yang melemah 0,29%.

Yuan China dan baht Thailand pun turun masing-masing 0,28% dan 0,24%. Kemudian ada dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,12%. Sementara dolar Singapura dan peso Filipina turun tipis masing-masing 0,06% dan 0,04%.

Hingga saat ini, hanya dolar Hong Kong yang berada di zona hijau setelah menguat tipis 0,003%.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim masih memprediksi pergerakan rupiah hari ini masih melemah. Sentimen datang dari proyeksi resesi pada ekonomi global akibat pandemi virus corona semakin membuat khawatir investor.

“Kondisi saat ini membuat pelaku pasar menahan diri dan menjauh dari aset-aset berisiko, termasuk rupiah. Akibatnya rupiah kembali melemah,” kata dia.

Dia pun memprediksi, pergerakan mata uang Garuda di hari ini ada di kisaran Rp 16.400-Rp 16.700 per dolar AS.

Sementara, rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah pada perdagangan Rabu (1/4). Meskipun begitu, peluang rupiah untuk menguat pada hari ini masih terbuka.

Kurs upiah di pasar spot ditutup melemah 0,86% ke level Rp 16.450 per dolar AS.

Pefindo Fikri C Permana memperkirakan, pergerakan rupiah berpeluang untuk sedikit menguat pada perdagangan Kamis (2/4). Kondisi ini didukung adanya ruang bagi rupiah untuk menguat di tengah tren dolar AS yang berpotensi tertekan.

“Melihat rentang tengahnya rupiah kemungkinan akan sedikit terapresiasi,” jelasnya.

Potensi penguatan rupiah dikarenakan indeks dolar AS yang saat ini berada dalam tren tertekan, diikuti dengan pergerakan harga minyak dunia yang masih melorot. [kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru