Sabtu, 07 Maret 2026

Indeks Utama Wall Street hanya Naik Tipis

- Rabu, 12 Februari 2020 00:45 WIB
Indeks Utama Wall Street hanya Naik Tipis

digtara.com | NEW YORK – Pernyataan The Fed tentang virus corona juga membayangi pasar di mana Indeks utama Wall Street hanya naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (11/2/2020) waktu setempat.

Baca Juga:

setelah Federal Trade Commision (FTC) memerintahkan perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk memberikan informasi merger yang terlalu kecil untuk dilaporkan ke regulator antimonopoli.

S&P 500 naik 5,66 poin atau 0,17% ke 3.357,75, Nasdaq Composite naik 10,55 poin atau 0,11% ke 8.638,94 dan Dow Jones Industrial Average bergerak flat 0,00% di level 29.276,34.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semuanya ada di wilayah positif, kecuali sektor layanan komunikasi, bahan pokok konsumen dan teknologi. Sektor real estate mencatat persentase kenaikan terbesar.

Microsotf Corp menjadi saham penghambat terbesar pada ketika indeks utama AS setelah permintaan FTC untuk data dari perusahaan. Data yang sama juga diminta dari Alphabet Inc, Amazon.com, Apple Inc dan Facebook Inc.

Sementara itu, WHO menyebut virus corona sebagai musuh publik nomor satu. Tetapi penasihat medis terkemuka China mengatakan bahwa krisis bisa berakhir pada April, menenangkan kegelisahan atas epidemi yang bergerak cepat, membuat rantai pasok hancur dan perusahaan-perusahaan China mulai memecat pekerja.

“Meski ada keinginan untuk mendorong saham lebih tinggi, juga ada kelelahan,” kata Oliver Pursche, wakil ketua dan kepala strategi pasar di Bruderman Asset Management seperti dikutip Reuters.

“Itu seperti membiarkan udara keluar dan menghembuskan napas.”

“Hal terbaik yang bisa terjadi pada pasar saham tahun ini adalah kita bergerak ke samping untuk sementara waktu dan membiarkan pasar menarik napas.”

Pelaku pasar mencermati Gubernur The Fed Jerome Powell yang memulai pembaruan ekonomi tengah tahunan sebelum kongres.

Pernyataan Powell menegaskan kembali pandangannya bahwa ekonomi AS tetap berekspansi di tahun ke-11, tetapi bank sentral mencermati risiko potensial, termasuk virus corona.

“Powell berbicara tentang virus corona dan mengakui bahwa itu mungkin merupakan katalis bagi The Fed untuk mengambil tindakan jika diperlukan,” imbuh Pursche.

“Itu berarti The Fed sangat menyadari risiko, tetapi juga berarti bahwa risiko sangat nyata.”

Volume transaksi perdagangan di bursa AS mencapai 7,33 miliar saham, dengan rata-rata 7,67 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025

Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Komentar
Berita Terbaru