Minggu, 03 Mei 2026

IHSG Telah Menguat 1% Dalam Sepekan

- Sabtu, 08 Februari 2020 01:43 WIB
IHSG Telah Menguat 1% Dalam Sepekan

digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan perdagangan Jumat (7/2/2020) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,21% ke level 5.999,61. Penguatan ini melengkapi pergerakan IHSG yang telah menguat 1% dalam sepekan.

Baca Juga:

Di mana investor asing pun kembali masuk ke pasar saham domestik. Terbukti, dalam sepekan ada sebanyak Rp 312,23 miliar dana asing yang masuk ke pasar saham.

Menurut Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, penguatan IHSG selama sepekan ini tidak lepas dari sentiment global. Salah satu adanya kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat (AS) dan China yang memberikan harapan akan membaiknya pertumbuhan ekonomi di Asia dan global.

Selain itu, tindakan antisipasi yang dilakukan China dengan melakukan isolasi wabah virus corona di Wuhan juga meredakan kepanikan para investor akan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi negeri Tirai Bambu tersebut.

“Selain itu, pasar menyambut keluarnya laporan keuangan emiten kuartal IV 2019. Akan terlihat perusahan pilihan yang dapat dijadikan pilihan investasi di 2020,” terangnya.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan yang dialami IHSG dalam sepekan tidak lepas dari beberapa rilis data ekonomi pada pekan ini, seperti data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Pada 4 Februari 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% sepanjang 2019. Meski terkesan mandek, namun Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Di sisi lain, laju inflasi juga dinilai cukup terjaga. BPS mencatat laju inflasi pada Januari 2020 berkisar 0,39 secara month-on-month (mom)

“Di samping itu juga didukung dengan bursa global dan regional yang memperlihatkan pergerakan positif,” kata Herditya.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, laju IHSG yang menguat tidak terlepas dari rilis cadangan devisa yang disambut baik oleh pasar.

Jumat (7/2), Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa akhir Januari 2020 sebesar US$ 131,7 miliar. Jumlah ini meningkat 1,93% dibandingkan dengan posisi cadev akhir Desember 2019 yang sebesar US$ 129,2 miliar.

“Sementara dari global, sentimen gagalnya impeachment (pemakzulan) Trump juga disambut baik oleh investor,’ kata Hendriko.

Untuk pekan depan, Hendriko memprediksi IHSG bakal menguat dan menguji resistance psikologis di level 6.000. Hendriko memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.878-6.150 dalam sepekan ke depan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru