Minggu, 03 Mei 2026

Rupiah Melemah Tersengat Virus Corona

- Senin, 27 Januari 2020 03:13 WIB
Rupiah Melemah Tersengat Virus Corona

digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan data Mengutip Bloomberg, Senin (27/1), pukul 09.34 WIB rupiah rupiah memulai pekan ini dengan pelemahan di pasar spot kembali ke level Rp 13.612 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Posisi ini membuat mata uang Garuda turun 30 poin atau melemah 0,21% di banding penutupan akhir pekan lalu di Rp 13.583 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Di mana won Korea menjadi mata uang paling lemah di hadapan the greenback setelah turun 0,83%.

Di susul baht Thailand melemah 0,39%, dolar Singapura turun 0,32% dan dolar Taiwan terkoreksi 0,28%.

Selanjutnya ada peso Filipina melemah 0,23% dan rupee India turun 0,08% dan dolar Hong Kong melemah 0,03%.

Sementara yuan China menjadi mata uang paling kuat setelah naik 0,46%. Setali tiga uang yen Jepang naik 0,36% dan ringgit Malaysia melemah 0,26%.

Pelemahan rupiah mengakhiri penguatan rupiah yang selama tiga hari berturut-turut terhadap dolar. Koreksi terjadi sejalan dengan kenaikan risiko di pasar emerging market khususnya Asia setelah jumlah kematian dan kasus penularan virus corona meningkat tajam.

Pasar keuangan di sejumlah negara di kawasan pun cenderung sepi karena masih ditutup untuk libur Tahun Baru Imlek.

Walau terkoreksi rupiah masih menjadi mata uang paling kuat di Asia sepanjang tahun ini. Ini membuat Fitch merevisi proyeksi rupiah dengan rata-rata pergerakan sepanjang 2020 berada di Rp 13.650 per dolar AS. Posisi ini jauh lebih kuat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di level Rp 14.500 per dolar AS.

Alasan Fitch Solutions, pemerintah berhasil menjalankan reformasi kebijakan sehingga mampu menarik lebih banyak investasi asing. Selain itu, Indonesia dianggap berhasil mempersempit defisit transaksi berjalan.

Tetapi langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan juga membuat spread yield antara Surat Utang Negara (SUN) dan US Treasury menipis dan dapat menghambat aliran dana ke pasar obligasi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru