Selasa, 05 Mei 2026

Bursa Asia Merah Merata

- Selasa, 21 Januari 2020 02:55 WIB
Bursa Asia Merah Merata

digtara.com | JAKARTA – Pada awal perdagangan hari ini. Selasa (21/1) pukul 8.36 WIB Bursa Asia merah merata. Di mana indeks Hang Seng merosot 1,63% ke 28.325. Nikkei 225 turun 0,48%.

Baca Juga:

Indeks Kospi turun 0,56%. Sedangkan Straits Times turun 0,98% ke 3.247. FTSE Malaysia justru naik 0,15% ke 1.591.

Bursa saham Hong Kong tertekan setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit Hing Kong dari Aa2 menjadi Aa3, kemarin. Moody’s mengubah outlook peringkat Hong Kong dari negatif ke stabil. “Tidak adanya rencana nyata untuk mengatasi kekhawatiran politik, ekonomi, dan sosial bagi penduduk Hong Kong setelah kerusuhan sembilan bulan mencerminkan kapasitas institusi yang lebih lemah daripada penilaian Moody’s sebelumnya,” ungkap lembaga rating ini dalam pernyataan.

Sentimen negatif pasar saham juga berasal dari penurunan prediksi pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF). Lembaga kredit ini menurunkan prediksi pertumbuhan global dari 3,4% menjadi 3,3% untuk tahun ini.

IMF juga menggunting prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun depan menjadi 3,4% dari prediksi sebelumnya 3,6%.

Hari ini, Bank of Japan akan mengumumkan hasil rapat terbaru. Richard Grace, head of international economics Commonwealth Bank of Australia memperkirakan tidak ada pelonggaran tambahan karena pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan fiskal baru dengan nilai sekitar 1% dari produk domestik bruto (PDB).

“Selain itu, yield obligasi negara Jepang cenderung stabil setelah turun 29 basis points pada akhir Agustus 2019 dan di posisi 0,00%, merupakan level tertinggi dalam 12 bulan terakhir,” kata Grace. Dia menambahkan bahwa angka ini menunjukkan outlook yang masuk akal bagi ekonomi Jepang.

Tak cuma pasar saham, mayoritas mata uang Asia pun melemah pada pagi ini. Hanya yen dan baht yang pagi ini menguat terhadap the greenback.

Sementara kurs dolar cenderung naik tipis. Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di 97,63, naik tipis dari 97,61 pada perdagangan kemarin.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

Komentar
Berita Terbaru