Penguatan Rupiah Belum Terbendung
digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan Selasa (14/1/2020) pukul 8.07 WIB Penguatan rupiah belum terbendung. kurs rupiah spot dibuka pada Rp 13.650 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Kurs rupiah ini menguat 0,17% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin. Dalam empat hari penguatan berturut-turut, rupiah mengakumulasi kenaikan 1,80%.
Mitul Kotecha, senior emerging market strategist TD Securities di Singapura mengatakan, komentar Bank Indonesia yang mengatakan akan membiarkan penguatan rupiah turut menyokong penguatan di tengah sentimen positif investasi dari Uni Emirat Arab.
“Penurunan risiko yang lebih konstruktif juga menopang instrumen dengan imbal hasil tinggi, termasuk rupiah,” kata Kotecha kepada Bloomberg.
“Kelegaan terhindarnya perang Iran pekan lalu dan deeskalasi geopolitik beserta rencana penandatanganan kesepakatan dagang fase satu mendorong permintaan aset berisiko,” kata Vishnu Varathan, head of economics and strategy Mizuho Bank di Singapura.
Tak cuma rupiah, penguatan pun hampir menyeluruh pada mata uang Asia. Hanya yen, baht, dan dolar Hong Kong yang pagi ini melemah terhadap the greenback. Penguatan terbesar terjadi pada won, diikuti dolar Taiwan, rupiah, yuan offshore, ringgit, dolar Singapura, dan peso.
Sementara indeks dolar pagi ini menguat ke 97,38 dari posisi kemarin pada 97,34. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini cenderung flat dalam sepekan terakhir.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur