Senin, 04 Mei 2026

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi

- Jumat, 27 Desember 2019 02:39 WIB
Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi

digtara.com | JAKARTA – Harga minyak terus menunjukkan kekuatan akhir tahun, didukung oleh kombinasi kemajuan pasti pada kesepakatan perdagangan AS-China, perjanjian OPE’/OPEC+ dan aktivitas kilang yang melambat. Demkian dikatakan, Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader.

Baca Juga:

Di mana Harga minyak bertahan di level tertingginya dalam tiga bulan. Jumat (27/12) pukul 07.30 WIB, harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 61,69 per barel, naik tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 61,68 per barel.

Kenaikan harga minyak ditopang oleh harapan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan China dalam waktu dekat. Selain itu, data persediaan minyak AS yang lebih rendah turut mendongkrak harga minyak.

China pada Rabu lalu menyatakan bahwa pihaknya berhubungan erat dengan AS pada upacara penandatanganan perjanjian dagang, setelah sehari sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia dan Presiden China Xi Jinping akan menggelar upacara untuk menandatangani kesepakatan dagang fase satu.

American Petroleum Institute (API) pada Selasa (24/12) malam mengatakan bahwa stok minyak mentah AS turun 7,9 juta barel pada pekan lalu, lebih besar dari perkiraan analis.

“Pasar saham yang kuat, ditambah dengan penarikan besar dari stok API memberikan momentum yang kami miliki sekarang,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

“Dan dengan pengurangan produksi OPEC, Anda kehabisan alasan untuk jangka pendek,” kata Flynn.

Pada bulan ini, OPEC+ sepakat untuk memperpanjang dan memperdalam pengurangan produksi yang akan memangkas pasokan sebanyak 2,1 juta barel per hari dari pasar atau sekitar 2% dari permintaan global mulai 1 Januari.

Namun, produsen AS yang tidak tergabung dalam perjanjian OPEC+ telah meningkatkan produksi minyak.

Banyak orang memperkirakan produksi AS akan melambat pada tahun 2020.

Tetapi pada tahun baru, pasokan lebih banyak datang dari anggota OPEC Arab Saudi dan Kuwait yang pekan ini sepakat untuk mengakhiri perselisihan tentang zona netral mereka, yang dapat memasok 500.000 barel per hari.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru