Senin, 04 Mei 2026

2020, Pasar Properti akan Membaik

- Kamis, 26 Desember 2019 01:41 WIB
2020, Pasar Properti akan Membaik

digtara.com | JAKARTA – Pada kuartal I-2019 penjualan properti residensial tumbuh 0,05% secara tahunan (yoy), kuartal II-2019 terkontraksi -15,79% yoy dan untuk kuartal III-2019 tumbuh 13,95% yoy. Bila ditotal, secara year to date (ytd), masih melemah 1,79%.

Baca Juga:

Kondisi pasar properti di Indonesia dinilai masih melambat secara total. Meski begitu, beberapa emiten properti mencatatkan kinerja bagus.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan melemahnya daya beli disebabkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang cukup tinggi, harga rumah yang tinggi dan permasalahan perizinan atau birokrasi dalam pengembangan lahan.

Sementara itu, indeks properti tahun ini tumbuh sekitar 11,19% ytd. Sedangkan tahun sebelumnya, Sukarno mencatat indeks properti turun sebesar 9,6%.

“Artinya mayoritas saham-saham properti masih ada yang mencatatkan kinerja bagus,” jelas dia.

Berkaca dari kondisi tersebut, Sukarno mengatakan pasar properti tahun depan diharapkan menunjukkan kinerja yang lebih bagus. Katalis positif berasal dari tren suku bunga yang mulai melandai.

“Karena melihat salah satu penyebab melemahnya daya beli yaitu karena suku bunga yang dinilai tinggi atau suku bunga KPR yang tinggi. Setidaknya sentimen ini menjadi faktor penting akan permintaan di sektor properti,” ujar dia.

Lebih lanjut, Sukarno menyarankan beli untuk beberapa saham properti yaitu BSDE dengan target harga Rp 1.560, dan PWON dengan target harga Rp 650, dalam satu tahun ke depan.

Alasannya, BSDE dan PWON memiliki kondisi rasio profitabilitas dalam tren naik.

Kondisi tren rasio return on equity (ROE) dan net profit margin (NPM) milik PWON dalam tren naik, sedangkan rasio utang dalam tren penurunan. Di mana rasio terakhir yang diciptakan menjadi ROE 19,98% dan NPM 41,03%.

Menurut Sukarno, kelebihan BSDE saat ini adalah valuasi dinilai masih murah. Price earning ratio (PER) BSDE saat ini 7,94 kali dan price book value (PBV) 0,86 kali.
Disamping itu, rasio ROE 10,78% dan NPM 44,16%. “Sama-sama meningkat dibandingkan periode lalu,” jelas dia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru