IHSG Bergerak di Area Negatif
digtara.com | JAKARTA – Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di area negatif pada awal perdagangan pagi ini. Senin (23/12) pukul 9.14 WIB, IHSG tercatat turun tipis 0,01% ke 6.283.
Baca Juga:
Sebanyak enam sektor turun pada pagi ini. Sektor aneka industri melemah 0,88%. Sektor manufaktur turun 0,52%. Sementara sektor barang konsumen terkoreksi 0,51%. Sektor industri dasar tergerus 0,36%. Sektor konstruksi dan infrastruktur turun masing-masing 0,35% dan 0,09%.
Empat sektor masih tercatat menguat. Sektor tambang naik 0,50%. Sektor keuangan menguat 0,31%. Sektor perkebunan terangkat 0,34%. Sedangkan sektor perdagangan dan jasa naik 0,13%.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 1,81%
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 1,81%
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 1,30%
Top losers LQ45 terdiri dari:
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) -2,75%
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) -1,66%
PT Indika Energy Tbk (INDY) -1,59%
Investor asing mencatat net sell Rp 11,36 miliar di seluruh pasar. Penjualan bersih terbesar asing tampak pada saham-saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 21,2 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 2,7 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 2,5 miliar.
Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 25,1 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 2 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 1,7 miliar.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia