Akhirnya, Bursa Saham Asia Turun
digtara.com | JAKARTA – Mayoritas bursa saham Asia turun setelah menguat beberapa hari. Rabu (18/12) pukul 8.37 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,24% ke 24.008.
Baca Juga:
Indeks Shanghai turun tipis 0,03% ke 3.021. Sedangkan Taiex tergerus 0,15% ke 12.079. Kospi pun melemah 0,17% ke 2.192. Sedangkan Straits Times turun tipis 0,05% ke 3.199.
Hang Seng justru menguat tipis 0,06% ke 27.864. Begitu pula dengan indeks saham Australia, ASX 200 yang menguat tipis 0,03% ke 6.849.
Sementara itu mata uang Asia bergerak berimbang. Penguatan tampak pada mata uang won, peso, baht, dolar Taiwan, dan dolar Hong Kong. Sementara pelemahan terjadi pada yuan, dolar Singapura, yen, rupiah, dan ringgit.
Kekhawatiran resesi global mengecil setelah adanya rencana kesepakatan dagang awal antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dalam BofA Global Research, survei terkini terhadap para fund manager kekhawatiran resesi turun 33%. Sebanyak 68% investor mengatakan bahwa resesi mungkin tidak terjadi pada tahun 2020.
Ekspektasi pertumbuhan ekonomi global melesat 22% dari prediksi sebelumnya. Ini adalah kenaikan terbesar prediksi dalam dua bulan terakhir. Alhasil, alokasi ke pasar saham global naik 10%.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia