Awal Pekan, Rupiah Diramalkan Menguat
digtara.com | JAKARTA – Rupiah spot menguat 0,31% ke Rp 13.990 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. Pergerakan nilai tukar rupiah pekan depan masih akan dipengaruhi kesepakatan dagang fase satu antara Amerika Serikat (AS) dan China. Jumat (13/12),
Baca Juga:
Menurut Analis PT Monex Investindo Futures, Faisyal menilai pada perdagangan Senin (16/12/2019) pasar masih akan menantikan kepastian terkait penandatanganan kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan China.
“Mungkin yang ditunggu kepastian AS-China seperti apa. Karena setelah ada yang membocorkan kemungkinan Trump menandatangani kesepakatan fase pertama, ada laporan lain dari China yang menyatakan keberatan dengan kesepakatan tersebut karena dianggap membawa ketidakpastian,” tutur Faisyal.
Sepakat dengan Faisyal, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut rupiah masih akan dipengaruhi sentimen kesepakatan dagang. Kesepakatan ini membawa optimisme kepada investor global sehingga pasar keuangan Asia menguat.
Dari domestik, Josua menilai pembahasan Omnibus Law di DPR Januari 2020 menjadi sentimen positif bagi investor khususnya investor sektor riil dan pasar modal. Neraca dagang yang akan rilis Senin hari ini pun diramal surplus sehingga memperkuat posisi rupiah.
Josua memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 13.950 per dolar AS-Rp 14.025 per dolar AS dengan kecenderungan menguat pada Senin (16/12). Faisyal memproyeksikan rupiah berpeluang melemah antara Rp 13.950-Rp 14.050 per dolar AS jika tidak tercapai penandatanganan kesepakatan dagang fase satu.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed