Bursa Saham Asia Bergerak Datar
digtara.com | JAKARTA. Investor mulai berharap bahwa AS akan menunda penerapan tarif. Bursa saham Asia bergerak datar mendekati tenggat waktu penerapan tarif impor Amerika Serikat (AS) atas US$ 156 miliar produk dari China hari Minggu ini.
Baca Juga:
Di mana Penasihat perdagangan AS Peter Navarro mengatakan bahwa keputusan kelanjutan tarif 15 Desember akan segera diumumkan. Rabu (11/12), indeks MSCI Asia-Pacific ex-Japan hanya bergerak tipis.
Indeks Nikkei 225 turun 0,24%. Hang Seng turun tipis 0,02%. Sedangkan indeks Shanghai naik tipis 0,05%. Indeks Taiex pun naik 0,13%. Sementara Kospi menguat 0,28% dan Straits Times naik 0,31%.
James McGlew, executive director of corporate stockbroking Argonaut mengatakan bahwa pasar saham saat ini sangat fokus pada perdagangan dan tidak menghiraukan hal lain. “Perang dagang ini akan berakhir baik. Tarif dan hambatan perdagangan lain tidak akan bisa menyeimbangkan kedua kubu. Tidak akan ada yang menang hingga ini berakhir,” kata McGlew.
Ray Attrill, head of FX strategy National Australia Bank mengatakan, dengan asumsi tarif ditunda, maka ketidakpastian kebijakan perdagangan akan berlanjut hingga dekade mendatang. “Hal ini telah menjadi konsensus yang menyeruak hingga akhir pekan nanti, sehingga pasar cenderung mendatar,” kata Attrill kepada Reuters.
Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa hingga kini belum ada keputusan soal pemberlakuan tarif. Artinya, tarif akan otomatis berlaku jika tidak ada keputusan untuk menunda atau membatalkan sama sekali.
IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis
IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL
Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang