Sentimen Eksternal Dorong Rupiah Menguat Rp14.033/U$D
digtara.com | JAKARTA -Â Berdasarkan data Bloomberg, pukul 8.16 WIB, rupiah pasar spot ke Rp14.033 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguata 0,25%. Nilai tukar rupiah bersiap untuk penguatan empat hari beruntun, Jumat (6/12/2019) pagi ini.
Baca Juga:
Negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China belum akan mencapai kesepakatan di akhir tahun ini. Sentimen ini membuat kurs rupiah menguat.
Kamis (5/12), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,26% ke Rp 14.068 per dolar AS. Sedang kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) menguat 0,22% menjadi Rp 14.094 per dolar AS.
Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf mengatakan, penguatan rupiah didominasi sentimen eksternal. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak terburu-buru membuat kesepakatan dagang tahun ini dan melanjutkannya di 2020.
Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memprediksi hari ini rupiah berpeluang menguat. “Ini karena adanya sentimen positif dari negosiasi perdagangan,” ujar Reny, Kamis (4/12).
Deddy memperkirakan rupiah akan menguat dan bergerak di Rp 14.040-14.100. Sedangkan Reny menghitung rupiah bergerak antara Rp 14.058-Rp 14.106 per dolar AS.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed