Selasa, 30 Juni 2026

Kinerja IHSG Terjeblok Kedua di Asia Tenggara

- Minggu, 01 Desember 2019 01:54 WIB
Kinerja IHSG Terjeblok Kedua di Asia Tenggara

digtara.com | JAKARTA – Selama enam hari berturut terkulai lemah , Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound pada akhir pekan ini. Jumat (29/11), IHSG menguat 0,99% ke level 6.011,83.

Baca Juga:

Memang sejak awal tahun, imbal hasil IHSG masih jeblok. Secara year to date hingga Jumat (29/11), IHSG minus 2,95%.

Kinerja IHSG yang minus ini terburuk kedua diantara bursa saham kawasan Asia Tenggara.

Paling buncit, indeks saham bursa Malaysia yang dari awal tahun minusnya jauh lebih dalam yakni minus 7,62%.

Sedangkan paling tinggi indeks bursa Vietnam yakni VN-Index dengan kenaikan 8,76% secara year to date hingga Jumat (29/11).

Di kawasan Pasifik, kinerja IHSG berada diurutan ke-12. Posisi tertinggi di kawasan Asia Pasifik dipegang indeks bursa saham Australia yang menguat 21,69% sejak awal tahun.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Diproyeksi Masih Tertekan pada Awal Pekan, Berpotensi Uji Level 5.723

IHSG Diproyeksi Masih Tertekan pada Awal Pekan, Berpotensi Uji Level 5.723

IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar

IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar

IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama

IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama

IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati

IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati

IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham

IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia

Komentar
Berita Terbaru