Sentimen Domestik Masih Dominasi Pergerakan IHSG
digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Rabu (20/11/2019) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,04% menuju level 6.155,10. Pergerakan IHSG pada Rabu (20/11) masih banyak dipengaruhi oleh sentimen domestik.
Baca Juga:
Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, salah satu faktor menguatnya IHSG lantaran ada beberapa investor yang masih berharap BI menurunkan suku bunga meski kemungkinan besar BI akan menahan bunga acuan di level saat ini.
Begitu pula untuk perdagangan Kamis (21/11), dia memperkirakan sentimen domestik masih akan mendominasi pergerakan IHSG. BI yang akan menggelar rapat dewan gubernur bakal mempengaruhi IHSG. “Apabila BI menurunkan suku bunga ini akan menjadi sentimen positif,†kata Wawan.
Sementara itu, Wawan belum melihat sentimen global yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan untuk Kamis (21/11).
Hal senada juga disampaikan Analis Panin Sekuritas William Hartanto. Dia menuturkan, pergerakan pasar akan diwarnai dengan sentimen suku bunga BI atau BI rate. Adanya kabar beredar bahwa kali ini BI akan mempertahankan suku bunga membuat saham-saham perbankan menguat.
“Kami memandang bahwa apapun keputusan BI nanti, aksi sell on news tetap berpotensi terjadi,†ujarnya.
Dia memproyeksikan, IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.100 sampai 6.200. Sementara Wawan mengatakan, support dan resistance pertama IHSG berada di level 6.100-6.150.
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS