Perundingan AS-China Bakal Tekan Rupiah
digtara.com | JAKARTA – Terkait Tarik ulur perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan China kembali menekan pergerakan nilai tukar rupiah.
Baca Juga:
- Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
- Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
Melansir Bloomberg di pasar spot, rupiah melemah 0,09% ke Rp 14.091 per dollar AS. Kompak, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga melemah 0,11% ke Rp 14.091 per dollar AS.
Menurut Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan rupiah melemah karena dominasi pengaruh faktor eksternal. Kabar terbaru berhembus, China pesimistis terkait kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan AS.
Presiden AS Donald Trump pun masih enggan untuk menghapus tarif impor. Padahal sebelumnya, AS sudah menyetujui penghapusan bea masuk untuk produk China.
“Persoalan Brexit yang belum usai juga berpotensi menekan pergerakan rupiah,” kata Faisyal, Selasa (19/11).
Sementara, dari dalam negeri belum ada data maupun sentimen yang menggerakkan rupiah.
Faisyal memproyeksikan, kalau hingga hari ini, sentimen geopolitik belum mereda maka rupiah berpotensi kembali melemah.
“Perang dagang AS dan China yang masih berlanjut membuat pasar menjauhi aset berisiko, termasuk rupiah,” kata Faisyal.
Rentang rupiah hari ini, Faisyal memproyeksikan di level Rp 14.020 per dollar AS hingga Rp 14.135 per dollar AS.
Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini, Didorong Sentimen Perdamaian Iran-AS
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.460 per Dolar AS Hari Ini, Tertekan Konflik Iran dan Kebijakan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda
Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat