Bursa Asia Bergerak Mixed
digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Kamis (14/11/2019) pagi sekira pukul 8.28 WIB Bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Di mana indeks Nikkei 225 turun 0,13% ke 23.290.
Baca Juga:
Hang Seng melemah 0,26% ke 26.490. Straits Times turun 0,28% ke 3.230. Sedangkan FTSE Malausia turun 0,09% ke 1.595. Sementara itu indeks Taiex justru menguat 0,13% ke 11.483. Kospi pun menanjak 0,34% ke 2.129.
Kemajuan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih menjadi perhatian pasar hingga saat ini.
“Pasar menyadari bahwa berita perang dagang akan bergerak maju dan mundur. Saya tidak akan heran jika ada pelemahan lebih lanjut pada ekonomi China. Saya ingin melihat beberapa bulan perbaikan sebelum menentukan bahwa ekonomi China telah melewati titik terendah,” kata William O’Loughlin, portfolio manager Rivkin Asset Management kepada Reuters.
Pagi ini, Jepang merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang menunjukkan laju paling lambat dalam setahun terakhir ini. Angka rilis awal ekonomi Jepang melaju 0,2% secara tahunan pada kuartal ketiga.
Angka pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal ketiga ini melemah tajam ketimbang pertumbuhan periode April-Juni yang sebesar 1,8%. Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini lebih rendah daripada median prediksi pasar sebesar 0,8%. Angka ini merupakan level terendah sejak Juli-September 2018 yang waktu itu turun 2%.
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS