Ada Sentimen yang Bakal Jadi Penggerak Rupiah
digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung bergerak tipis menanti arah keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga:
Tapi, besarnya kemungkinan bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga acuannya bulan ini, rupiah berpotensi besar untuk menguat.
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu 30 Oktober 2019 rupiah tercatat menguat tipis 0,03% ke level Rp 14.030 per dolar AS. Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) rupiah tercatat melemah ke level Rp 14.040 per dolar AS atau sekitar 0,08%.
Menanggapi hal tersebut, Ekonom Samuel Aset Management, Lana Soelistianingsih mengatakan, belum ada data yang cukup kuat untuk menggerakkan rupiah hari ini. Begitu juga dengan sentimen baik di domestik maupun global.
Alhasil, Lana mengungkapkan pasar saat ini cenderung menunggu hasil keputusan pertemuan The Fed yang bakal selesai Kamis (31/10) nanti. “Dengan proyeksi suku bunga The Fed akan diturunkan lagi, maka dollar AS akan melemah dan membuat rupiah dalam tren penguatan,” ungkap Lana kepada Kontan, Rabu (30/10).
Meskipun begitu, penguatan rupiah semata-mata hanya ditopang kondisi dolar AS yang melemah. Kalaupun ada sentimen yang bakal jadi penggerak rupiah, yakni data neraca perdagangan yang baru akan dirilis pertengahan November mendatang.
Untuk itu, pada perdagangan Kamis (31/10) Lana memperkirakan rupiah berada dalam kecenderungan menguat. Hanya saja, pergerakan rupiah masih cenderung tipis, yakni di kisaran Rp14.000 per dollar AS, hingga Rp 14.030 per dolar AS.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis