Senin, 04 Mei 2026

IHGS Masih Dipengaruhi Euforia kabinet Baru

- Senin, 28 Oktober 2019 00:58 WIB
IHGS Masih Dipengaruhi Euforia kabinet Baru

digtara.com | JAKARTA – Perdagangan pada Jumat 25 Oktober 2019 yang lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 52,02 miliar di semua pasar.

Baca Juga:

Menanggapi hal tersebut, Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan faktor masuknya investor asing sejalan dengan terbentuknya Kabinet Indonesia Maju. Masuknya investor asing dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya terbentuknya Kabinet Indonesia Maju.

Lebih dari itu, Suria menilai susunan kabinet Pemerintahan Jokowi Jilid II ini sesuai dengan harapan pasar.

Misalnya saja terpilihnya Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama, kemudian posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) diisi oleh Nadiem Makarim, serta Sri Mulyani yang masih menjabat jadi Menteri Keuangan.

“Ada beberapa yang menilai ini positif, ada faktor keamanan contohnya Menteri Agama dipegang oleh Purnawirawan, itu kan dianggap mungkin bisa menekan radikalisme, terus Mendikbud dinilai revolusioner, dan posisi Menteri Keuangan yang masih tetap sesuai dengan keinginan pasar,” paparnya.

Walau demikian, investor masih menerka-nerka untuk beberapa posisi misalnya saja, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diisi oleh Arifin Tasrif. “Tentunya berharap aturan (KK menjadi IUPK) harus segera dikeluarkan,” tambahnya.

Selain menyambut euforia Kabinet Indonesia Maju, Suria menyampaikan masuknya investor asing juga lantaran Bank Indonesia memangkas lagi suku bunga acuan. Terlebih, masih ada potensi BI untuk menurunkan suku bunga acuan lagi.

Ke depan, ia memprediksi investor masih akan terus melanjutkan kenaikan. Ia menyampaikan saham-saham yang akan banyak ditransaksikan oleh investor asing seperti Bank Central Asia Tbk (BBCA), Indofood Sukses Makmur (INDF), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), XL Axiata (EXCL), Indosat Tbk (ISAT) atau saham-saham defensif. Ia menargetkan IHSG bisa berada di level 6.600 hingga akhir tahun nanti.

Sedangkan menurut, Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga melihat kecenderungan investor lebih optmis di Bursa Efek Indonesia untuk melakukan aksi beli bersih.

“Saya kira akan masih berlanjut karena saat ini pemangkasan suku bunga dianggap sebagai upaya pencegahan resesi dan pemulihan ekonomi. Rilis laporan keuangan dan dividen, berapa yieldnya akan menentukan aksi beli,” ungkapnya.

Ia memproyeksi pembelian oleh investor asing ke depannya tak akan terlalu besar. “Kemarin itu menyambut menteri saja, sisanya nanti setelah rilis laporan keuangan,” pungkasnya.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru