Selasa, 05 Mei 2026

Pemangkas Suku Bunga Pemicu Rupiah akan Terdepresiasi

- Jumat, 25 Oktober 2019 01:22 WIB
Pemangkas Suku Bunga Pemicu Rupiah akan Terdepresiasi

digtara.com | JAKARTA – Pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps menjadikan tingkat suku bunga acuan menjadi 5%. Bagi pergerakan rupiah, pemangkasan suku bunga acuan ini tak berdampak banyak.

Baca Juga:

Penurunan tingkat suku bunga acuan kembali diturunkan oleh Bank Indonesia (BI) setelah Rapat Dewan Gubernur yang dilaksanakan 23-24 Oktober 2019.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Pefindo Fikri C. Permana menilai, dampak pemangkasan suku bunga ini lebih mendorong sektor konsumsi dan investasi dalam negeri. Justru melihat rupiah akan terdepresiasi dalam jangka pendek maupun menengah.

Ada kemungkinan penurunan yield SUN dan beberapa suku bunga lain. Fikri mengatakan, hal ini akan mempengaruhi ketertarikan asing. “Kemungkinan ketertarikan asing terhadap aset-aset Indonesia relatif akan lebih rendah dibanding sebelumnya,” ujar Fikri.

Dia menilai tekanan ini juga bisa ditambah dengan data yang bisa jadi tidak sesuai perkiraan. Misalnya saja tingkat inflasi, cadangan devisa, dan defisit transaksi berjalan. “Masih ada tren terdepresiasi baik jangka panjang dan pendek, terlebih bila nantinya data tidak sesuai perkiraan,” tambah Fikri.

Dia memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.000-Rp 14.150 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan di jangka panjang mata uang garuda akan berada di rentang Rp 13.950-Rp 14.250 per dolar AS. Hal ini dengan anggapan tidak akan ada lagi pemangkasan suku bunga lagi di tahun ini.

Dia menambahkan bahwa peluang pemangkasan suku bunga baru akan terjadi lagi di tahun depan. Ia bilang kondisi saat ini menyebabkan penurunan suku bunga sudah dirasa cukup. Ini karena adanya kemungkinan resesi global dan neraca dagang yang dinilai masih negatif seiring dengan CAD yang mungkin untuk meningkat.

Kurs rupiah spot pada perdagangan Kamis (24/10) ditutup turun 0,19% ke level Rp 14.059 per dolar AS. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR menunjukkan penguatan rupiah 0,39% ke Rp 13.996 per dolar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru