Kamis, 14 Mei 2026

Johnson & Johnson dan Boeing Tekan Wall Street

- Sabtu, 19 Oktober 2019 01:20 WIB
Johnson & Johnson dan Boeing Tekan Wall Street

digtara.com | JAKARTA – Perdagangan terakhir pekan ini Wall Street turun. Kabar buruk dari Johnson & Johnson dan Boeing serta data ekonomi China yang memburuk jadi pemberat pasar saham di akhir pekan.

Baca Juga:

Jumat (18/10), Dow Jones Industrial Average turun 0,95% ke 26.770,20. Indeks S&P 500 turun 0,39% ke 2.986,20. Nasdaq Composite melemah 0,83% ke 8.089,54.

Meski ketiga indeks utama ini turun di hari terakhir, Nasdaq dan S&P masih mencatat kenaikan mingguan. Dow Jones hanya turun tipis jika dibanding dengan pekan lalu.

Kemarin, harga saham Boeing turun 6,8% setelah Reuters melaporkan bahwa pesan singkat antara dua pegawai produsen pesawat ini menunjukkan bahwa Boeing menyesatkan Federal Aviation Administration (FAA) tentang keamanan pesawat 737 MAX yang masih dikandangkan hingga saat ini. Sedangkan harga saham Johnson & Johnson turun 6,2% setelah pengumuman penarikan 33.000 bedak bayi di Amerika Serikat (AS) setelah regulator menemukan adanya asbes dalam sampel.

Tekanan pasar saham juga berasal dari China yang melaporkan pertumbuhan ekonomi 6% di kuartal ketiga. Ini adalah level pertumbuhan terendah dalam hampir 30 tahun terakhir. International Monetary Fund pun menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global untuk kelima kalinya, menjadi 3% tahun ini.

“Tidak dipertanyakan lagi bahwa ekonomi melambat,” kata Peter Cardillo, chief market economist Spartan Capital Securities kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa pelemahan pasar terjadi karena sentimen negatif Boeing, Johnson & Johnson, dan China. Sementara sentimen laba emiten masih cenderung positif.

Menurut data Refinitiv, 83,6% dari 73 emiten S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan mencatat laba lebih tinggi daripada estimasi rata-rata. Namun, analis memperkirakan bahwa laba kuartal ketiga seluruh penghuni S&P 500 akan turun 3,1% secara tahunan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis

IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis

IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL

IHSG Hari Ini Diproyeksi Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham AADI hingga BULL

Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

Komentar
Berita Terbaru