Siang Ini, IHSG Mempersempit Kenaikan
digtara.com | JAKARTA – Pada akhir perdagangan sesi I, Senin (14/10/2019) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempersempit kenaikan. IHSG naik 17,10 poin atau 0,28% ke 6.122,90 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini setelah sempat menyentuh level 6.153,58 di awal perdagangan.
Baca Juga:
Tujuh sektor menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor industri dasar 0,81%. Sektor manufaktur naik 0,56%. Sektor keuangan pun menguat 0,55%.
Ada tiga sektor yang masih berada di zona merah hingga siang ini. Sektor infrastruktur turun 0,92%. Sektor tambang turun 0,17%. Sedangkan sektor perkebunan turun 0,01%.
Total volume transaksi bursa hingga siang ini mencapai 11,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,21 triliun. Sebanyak 213 saham mencatat kenaikan harga. Tapi masih ada 169 saham turun harga dan 133 saham flat.
Top gainers LQ45 terdiri dari:
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) 3,34%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 3,13%
PT PP Tbk (PTPP) 3,13%
Top losers LQ45 terdiri dari:
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) -1,59%
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -1,48%
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) -1,41%
Investor asing mencatat pembelian bersih Rp 18,64 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 58,7 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 38,9 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) RP 32,6 miliar.
Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 42,2 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) RP 18,3 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 12,5 miliar.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia