Rabu, 06 Mei 2026

Sentimen Global Dongkrak Rupiah

- Rabu, 09 Oktober 2019 01:59 WIB
Sentimen Global Dongkrak Rupiah

digtara.com | JAKARTA – pada penutupan perdagangan kemarin kurs rupiah menguat tipis. Pergerakan yang cenderung stabil ini berkat gabungan data global dan domestik yang memengaruhi mata uang garuda.

Baca Juga:

Melansir Bloomberg, kurs rupiah hanya menguat 0,01% ke level Rp 14.162 per dolar AS. Sebaliknya, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,1% menjadi Rp 14.170 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, penguatan rupiah yang tipis karena ada tarik menarik data global dan domestik. Data global mayoritas memberikan sentimen negatif dan data domestik menahan koreksi rupiah.

Dia menegaskan sentimen global,  datang dari pembicaraan perdagangan antara AS dan China yang akan berlangsung pekan ini. Tiongkok mulai meragukan kesuksesan negosiasi tersebut.

Pemicu keraguan China adalah laporan yang menunjukkan, delapan perusahaan teknologi negeri tembok raksasa masuk dalam daftar hitam AS. “Mereka dituduh terlibat dalam pelanggaran HAM terhadap minoritas muslim di Provinsi Xinjian,” ujar Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menyebutkan, masalah yang terjadi pada Presiden AS Donald Trump kembali meningkat. Trump telah diperintahkan Pengadilan New York untuk menyerahkan pengembalian pajak pribadi dan perusahaan selama delapan tahun.

Satu-satunya sentimen positif dari eksternal datang dari kebijakan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Dalam rapat The Fed pekan lalu, ia mengindikasikan rencana penurunan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin.

Ibrahim mengatakan, saat ini pelaku pasar sedang menunggu rilis notulensi rapat tersebut. “Keputusan itu sepertinya tidak bulat dan masih ada anggota yang ingin kebijakan moneter tidak terlampau dovish,” imbuh Ibrahim.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

Komentar
Berita Terbaru