IHSG Diproyeksikan Kembali Menguat
digtara.com | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (iHSG) ditutup menguat 39,02 poin atau naik 0,65% ke level 6.039,60 pada perdagangan Selasa (8/10) kemarin.
Baca Juga:
Di mana sektor industri barang konsumsi, keuangan, aneka industri, properti, dan agrikultur bergerak menguat dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Namun, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 185,8 miliar.
Menurut seorang analis Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi IHSG memiliki peluang menguat pada perdagangan Rabu (9/10) hari ini. Namun, terdapat beberapa sentimen yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar dan investor.
Sementara, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai peluang pasar obligasi mengalami penguatan masih ada. Namun, ia menilai karena banyaknya sentimen yang ada peluang obligasi turun di pekan ini lebih besar.
Sentimen pertama adalah Amerika Serikat (AS) menambahkan 28 perusahaan China dan agensi baru ke dalam daftar hitamnya. Daftar hitam baru Departemen Perdagangan Amerika itu fokus terhadap perusahaan China yang melakukan bisnis di AS dengan spesialisasi di bidang Artificial Intelligence, machine learning, dan pengawasan digital.
Badan Intelijen Amerika mengatakan apabila AS memberikan China izin terhadap peralatannya dalam membangun infrastruktur di AS, hal itu justru akan melemahkan kemampuan negara Paman Sam itu untuk mempertahankan diri.
Alasan lainnya pertambahan daftar hitam itu dikarenakan adanya masalah hak asasi manusia yang telah terjadi di Xinjiang, China.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur