Diselimuti Suasana Was-was, Bursa Asia Beringsut
digtara.com | TOKYO – Awal perdagangan pada hari Selasa (8/10/2019) Bursa saham Asia beringsut dengan investor berhati-hati menjelang pembicaraan perdagangan AS-China. Di sisi lain, lira Turki tergelincir di tengah kekhawatiran tentang rencana serangan Ankara di Suriah utara.
Baca Juga:
Melansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,13%, sementara Nikkei Jepang naik 0,53%.
Pasar China akan dibuka kembali setelah liburan satu pekan. ETF yang terdaftar di Hong Kong terkait dengan indeks Shanghai 50 telah jatuh 0,8% pada periode ini. Pasar Hong Kong ditutup juga pada hari Senin.
Sebelumnya, di Wall Street, indeks S&P 500 kehilangan 0,45% pada hari Senin, tidak dapat mempertahankan kenaikan yang dibuat setelah tweet positif dan berita utama tentang pembicaraan perdagangan.
“Mengingat pentingnya agenda ini, pasar akan menjadi sangat gugup. Saya berharap hal-hal tetap seperti ini untuk saat ini. Secara keseluruhan, pasar tidak optimistis tentang prospek,” kata Masahiro Ichikawa, analis Sumitomo Mitsui Asset Management.
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS