Dolar AS Menguat Terhadap Euro di Pasar Spot
digtara.com | NEW YORK – Perdagangan Senin (23/9/2019) Dolar menguat terhadap euro hal ini dikarenakan data manufaktur dan jasa Eropa terlihat suram menyebabkan kekhawatiran ekonomi di zona euro.
Baca Juga:
Di mana pertumbuhan bisnis zona euro terhenti bulan ini, sebuah survei menunjukkan pada hari Senin. Terlihat pelemahan pada aktivitas di pembangkit tenaga listrik Jerman, di mana resesi manufaktur semakin dalam tanpa terduga.
Berdasarakan hasil survei suram Senin datang kurang dari dua minggu setelah Bank Sentral Eropa menjanjikan stimulus tidak terbatas untuk menghidupkan kembali ekonomi yang tak sehat di 19 mata uang negara.
Indeks Manajer Pembelian Flash (IHS) Komposit Zona Euro IHS Markit, merosot ke 50,4 pada September dari 51,9 pada Agustus dan berada di bawah semua perkiraan dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pembacaan 51,9.
“Flash zona euro PMI memupus harapan bahwa yang terburuk adalah masa lalu dan mendukung mereka yang menyerukan tindakan ECB yang berani,” Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex, LLC melansir Reuters, New York, Selasa (24/9/2019).
Euro 0,22% lebih rendah terhadap dolar di USD1,0993. Ekonomi zona euro tidak menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan akan rebound dan penurunan yang berkelanjutan di tengah manufaktur yang berisiko menginfeksi seluruh perekonomian.
Data pekerjaan AS di sektor jasa menyusut untuk pertama kalinya dalam 9,5 tahun pada bulan September. Data juga menunjukkan aktivitas manufaktur AS. naik pada September, melampaui ekspektasi.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur