Balai Karantina Pertanian Lepas Ekspor Produk Holtikultura Sumut Senilai Rp37,7 Miliar

digtara.com | DELISERDANG – Badan Karantina Pertanian melakukan pelepasan ekspor produk holtikultura olahan asal Sumatera Utara, senilai lebih dari Rp.37,7 miliar.
Baca Juga:
Pelepasan ekspor itu dipimpin langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, di gudang milik salah satu eksportir, PT Argosari Sentraprima, di Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (22/9/2019).
Adapun komoditas dan produk pertanian yang dikirim terdiri dari hasil olahan produk hortikultura berupa jus nenas sebanyak 6,4 ton dan 9,2 ton jus pepaya dengan negara tujuan Vietnam.
Kemudian 14 produk segar dan olahan hortikultura, antara lain sayuran kubis, jahe, ubi jalar beku, kentang, kentang beku, tepung serai, asam potong dan mengkudu.
Produk-produk itu akan diekspor ke Jepang, Korea Selatan, India, Taiwan, Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Thailand, Tiongkok, Singapura dan Korea Selatan.
“Tadi saya mendapatkan penjelasan dari eksportir bahwa produk olahan nenas dan pepaya sudah mulai diminati pasar internasional,” ujar Ali Jamil di sela-sela pelepasan.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, merinci sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 8.745 kali permohonan sertifikasi ekspor. Permohonan itu terkait dengan eksportasi sebanyak 2.391 ton dan 488 ribu metrik ton komoditas atau produk pertanian dengan nilai barang mencapai Rp9,5 triliun.
Berdasarkan data pada sistem IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, komoditas ekspor dari subsektor hortikultura sepanjang 2019 sebanyak 16 jenis produk.
“Jumlah itu meningkat 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 12 jenis,â€pungkasnya.
Selain itu, jumlah sertifikasi karantina pada produk hortikultura untuk memenuhi persyaratan negara tujuan, juga mengalami peningkatan. Sepanjang Januari-September 2019 penerbitan sertifikat sudah sebanyak 1.015 kali dengan total 22.757 ribu ton komoditas diekspor.
“Meningkat 19 persen dibandingkan 2018 dengan penerbitan 846 kali sertifikat dan jumlah komoditas 19.543 ribu ton,â€tandasnya.
Selain pelepasan ekspor, di kesempatan yang sama Ali Jamil juga menyerahkan 50 dokumen sertifikat eksportir yang mengirim komoditas dan produk-produk dengan nilai ekonomi mencapai Rp37,7 miliar. Selain itu, ia juga menyerahkan Surat Keputusan penetapan tempat pemeriksaan “In Line Inspection” kepada PT Wahana Makmur.
[AS]

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur
