Analis: IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan
Digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan kemarin, Kamis (12/9), IHSG melemah 0,62% menjadi 6.342,17. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan.
Baca Juga:
IHSG yang tertekan, Investor asing kembali cetak net sell. Nilainya Rp 494,15 miliar.
Meski hari ini berpotensi kembali melemah, IHSG hanya akan bergerak terbatas.
Tidak banyak sentimen baru yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Sentimen perang dagang masih akan jadi salah satu sentimen penggerak indeks.
Menurut Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan, pelaku pasar masih menanti pertemuan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Sementara, Pelaku pasar merespons positif rencana negosiasi ulang tersebut. Karena itu, meski ketidakpastian perang dagang masih menekan IHSG, indeks tidak turun dalam.
Dia memprediksi IHSG bergerak cenderung melemah dengan kisaran 6.303–6.414.
Hal senada dikataka Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji juga menilai indeks saham masih dibayang-bayangi aksi profit taking investor setelah menguat beberapa waktu lalu.
Rilis data ekonomi AS, di antaranya data pertumbuhan sektor ritel, juga akan mempengaruhi IHSG.
Sementara menurut perhitungan Nafan, IHSG akan bergerak antara 6.294,28–6.468,25.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis