Selasa, 05 Mei 2026

Analis: Tensi Perang Dagang Memicu Rupiah Menguat

- Sabtu, 07 September 2019 02:01 WIB
Analis: Tensi Perang Dagang Memicu Rupiah Menguat

Digtara.com | JAKARTA – Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin (6/9/2019) Kurs rupiah masih terus menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah di pasar spot menguat 0,38% ke level Rp 14.101 per dollar AS.

Baca Juga:

Apabila dihitung selama sepekan, kurs rupiah naik 0,68%. Kurs Jakarta interbank dollar spot (JISDOR) juga menunjukkan penguatan. Selama sepekan, kurs tengah rupiah versi Bank Indonesia (BI) ini menguat 0,68%. Berdasarkan data kurs JISDOR ditutup naik 0,09% menjadi Rp 14.140.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi penopang rupiah pada pekan ini. Salah satu sentimen utama yang mendominasi ialah kondisi yang membaik di Hong Kong. Hal ini ditunjukkan dengan demo-demo yang mulai berkurang.

“Pemicu membaiknya karena pemerintah Hongkong akhirnya menghapus RUU ekstradisi yang selama ini ditentang,” paparnya.

Dia menegaskan tekanan sentimen global juga berkurang lantaran situasi seputar perang dagang AS dan China membaik. Pelaku pasar menyambut positif kemungkinan proses negosiasi dagang akan kembali dilakukan oleh AS dan China.

Sementara, Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan juga sepakat, sentimen negatif perang dagang yang mulai reda menjadi penopang rupiah untuk perkasa. Negosiasi antara AS dan China yang akan segera dilakukan dapat meningkatkan optimisme dan bisa mendorong pemulihan ekonomi global.

Dari dalam negeri, Yudi melihat, ada sentimen positif dari data cadangan devisa. Cadangan devisa akhir Agustus 2019 naik menjadi US$ 126,4 miliar dibanding bulan sebelumnya sebesar US$ 125,9 miliar.

“Cadangan devisa naik sehingga semakin memantapkan kurs rupiah,” ungkapnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

Komentar
Berita Terbaru