Senin, 13 April 2026

Museum Uang Sumatera Masih Butuh Dukungan Fasilitas

Redaksi - Senin, 26 Agustus 2019 08:08 WIB
Museum Uang Sumatera Masih Butuh Dukungan Fasilitas

Digtara.com | MEDAN – Meski sudah berdiri lebih dari dua tahun, tetapi hingga kini Museum Uang Sumatera masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung untuk kepentingan pertunjukan koleksi dan kenyamanan pengunjung.

Baca Juga:

Dyo Aditya, Guide Museum Uang Sumatera, mengatakan pemilik dan pengelola museum masih terus mencari uang kuno untuk menambah koleksi museum. Malah, deretan koleksi yang dipajang saat ini pun sebenarnya belum seluruh koleksi yang dimiliki.

“Masih banyak barang yang belum kami pajang,” ujarnya, belum lama ini.

Dia menjelaskan, museum sebenarnya masih memiliki sekitar seribu koleksi uang kuno yang lain, tetapi belum dapat dipajang karena keterbatasan ruangan.

Selain keterbatasan ruangan, kendala lain dari pengelolaan museum adalah belum adanya fasilitas pendingin ruangan. Pendingin ruangan dibutuhkan bukan terkait dengan pemeliharaan koleksi, tetapi untuk kenyamanan pengunjung.

Pengelola museum sejauh ini tidak menemui masalah dengan pemeliharaan koleksi. Untuk koin tidak perlu cara khusus karena terbuat dari logam sehingga secara fisik sudah cukup kuat.

Apalagi koin-koin kuno biasanya terbuat dari logam zaman dulu yang secara kualitas relatif lebih bagus dari yang dibuat zaman sekarang.

Namun berbeda dengan uang kertas, perlu perawatan khusus. “Biasanya kami bermasalah pada lampu. Lampu steling kan panas, jadi kami menetralisirnya dengan air,” ungkapnya.

Tidak hilang akal, pengelola museum kemudian selalu meletakkan wadah kecil berisi air di setiap pojok bagian dalam pada masing-masing steling tempat menyimpan uang kertas.

Mereka pernah mengalami kejadian rusaknya koleksi uang kertas sebelum cara itu dilakukan. Setelah beberapa lama disimpan di dalam steling, ternyata tinta uang kertas memudar.

Lebih lanjut, dari sisi pembiayaan, dia menuturkan sejauh ini Museum Uang Sumatera masih menggantungkan keberlangsungan operasionalnya dari kocek Saparuddin sendiri. Meski memang ada juga bantuan dari Bank Indonesia dan sejumlah organisasi swadaya lain dari dalam dan luar negeri.

Museum juga mendapat tambahan dana dari tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang. Dan menariknya, hanya dengan uang masuk senilai itu pengelola museum memberikan cinderamata kepada setiap pengunjung yang datang.

Berupa kemasan kertas keras berisi dua koin kuno yang pernah beredar pada tahun 1659-1825 di zaman Kesultanan Palembang. “Koin-koin itu hasil penemuan di Sungai Musi,” imbuh Dyo.

Museum Uang Sumatera sendiri sejak berdiri sudah sering mendapat kunjungan dari berbagai elemen masyarakat. Terutama para siswa sekolah menengah.

Dalam seminggu, rombongan siswa sekolah bisa sampai empat kali mengunjungi museum tersebut. “Dan satu rombongan bisa sampai tujuh bus,” imbuhnya.

Para siswa yang mengunjungi museum bukan hanya dari sekolah-sekolah di Kota Medan. Namun juga sekolah-sekolah dari daerah luar Medan, seperti Kisaran, Tapanuli, Sidimpuan, bahkan dari Aceh.

Museum juga sering dikunjungi para mahasiswa mulai yang berasal dari Sumut sampai Riau. Kalangan akademik juga acap melakukan riset di museum, termasuk peneliti dari Universitas Gajah Mada.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru