Rupiah Diramalkan Dibayangi Tekanan
Digtara.com | JAKARTA – Di awal pekan ini (12/8) Kurs rupiah dibayangi tekanan. Apalagi, kurs rupiah sudah rally menguat tiga hari terakhir dan ditutup naik 0,13% ke Rp 14.194 per dollar AS, Jumat lalu (9/8).
Baca Juga:
Menurut Analis Monex Investindo Faisyal melihat ada peluang rupiah menguat karena bargain hunting berlanjut. Tetapi, Sabtu lalu, Presiden AS Donald Trump melarang perusahaan AS berbisnis dengan Huawei.
Sebelum ini kekhawatiran pelaku pasar soal perang dagang berkurang setelah China menegaskan tidak melakukan devaluasi yuan untuk membalas AS. Sentimen ini membuat rupiah menguat pekan lalu.
Dia memperkirakan rupiah berpotensi turun awal pekan ini dan bergerak di kisaran Rp 14.090-Rp 14.270 per dollar AS.
“Pasar mengkhawatirkan ketegangan antara AS dan China,” ujar dia.
Sementara, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri melihat ada peluang penguatan rupiah karena data-data ekonomi yang dirilis pekan ini kemungkinan positif.
Sebelumnya, data perdagangan China yang baru dirilis ternyata lebih baik dari ekspektasi pasar.
Dia memprediksikan, rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.180-Rp 14.278 per dollar AS, Senin ini.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia