Rabu, 04 Maret 2026

Sejak Beroperasi, 2 Gardu dan SUTT di Aceh Bisa Hemat Hingga Rp265.5 M

- Kamis, 08 Agustus 2019 04:32 WIB
Sejak Beroperasi, 2 Gardu dan SUTT di Aceh Bisa Hemat Hingga Rp265.5 M

Digtara.com | ACEH – Dua gardu induk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dioperasikan di Aceh sejak Maret 2019 lalu, diyakini akan memberikan penghematan sebesar Rp265.5 miliar.

Baca Juga:

Menurut General Manager PT PLN Unit Induk Pembangungan Pembangkit Sumatera, Weddy B. Sudirman mengatakan, keduanya yakni, Gardu Induk (GI) 150 kV Takengon dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Bireuen dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon-Bireuen.

“Beroperasinya dua gardu induk dan SUTT di Aceh memberikan penghematan Rp 265.5 milyar per tahun bagi PLN, karena telah berdampak terhadap penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) di Kabupaten Aceh Tengah,” kata Weddy, Kamis (8/8).

Weddy menjelaskan, GI 150 kV Takengon dan SUTT 150 kV Takengon-Bireuen merupakan GI dan SUTT pertama di Aceh Bagian Tengah dengan kapasitas 30 MVA. Dimana, proyek ini merupakan bagian dari proyek PLTA Peusangan (88 MW) yang sudah dimulai sejak tahun 1998.

“Dengan selesainya pembangunan jaringan transmisi 150 kV beserta Gardu induk tersebut maka sistem kelistrikan di Kabupaten Aceh Tengah dapat terhubung dengan sistem Interkoneksi Sumatera. Pembangunan ini akan berdampak kepada diberhentikannya penggunaan bahan bakar untuk PLTD yang selama ini dipakai untuk melistriki Kabupaten Aceh Tengah,” jelasnya.

Weddy menuturkan bahwa pelaksanaan konstruksi jaringan transmisi dan gardu induk 150 kV Bireuen-Takengon Line 1 GSW ini telah beroperasi pada 30 Maret 2019, yang berdampak terhadap penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) di Kabupaten Aceh Tengah.

“Pembangunan Jaringan Transmisi 150 kV ini meliputi pembangunan sebuah Gardu Induk baru (GI Takengon) dan penambahan di GI Bireuen (existing), lengkap dengan jaringan transmisi 150 kV yang akan menghubungkannya ke Sistem Interkoneksi Sumatera,” tuturnya.

“Jaringan transmisi 150 kV dari GI Takengon-GI Bireuen terdiri dari 203 Tower Transmisi dengan panjang jaringan 73.516 kms,” sambung Weddy.

Weddy juga mengungkapkan bahwa jalur transmisi ini dibagi menjadi 3 seksi sesuai dengan Gardu Induk dan Switchyard yang melintasi tiga Kabupaten yakni, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireun.

“Pembangunan baru Gardu Induk Takengon beserta interface dengan jaringan distribusi 20 kV serta pembangunan tambahan (extension) di Gardu Induk Bireuen untuk mengakomodasi jaringan transmisi 150 kV dari GI Takengon,” tambahnya.[ana]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru