Resesi Global Picu Bursa Asia Bergerak Fluktuatif
Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan Kamis (8/8). Pukul 08.30 WIB Bursa Asia dibuka fluktuatif di mana indeks Nikkei 225 terkoreksi 2,91 poin atau 0,03% ke 20.509,69, Taiwan Taiex naik 88,27 poin atau 0,80% ke 10,469,90, Hang Seng naik 215,61 poin atau 0,84% ke 26.219,20, Kospi naik 14,73 poin atau 0,77% ke 1.924,44, Straits Times turun 18,52 poin atau 0,57% ke 3.166,95 dan FTSE Malaysia mengaut 4,04 poin atau 0,25% ke 1.608,67.
Baca Juga:
Sementara, bursa Asia bergerak fluktuatif karena kekhawatiran resesi global akibat langkah pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh beberapa bank sentral di dunia.
“Pasar keuangan meningkatkan risiko resesi,” jelas ekonom JPMorgan Joseph Lupton.
Sedangkan, pada Kamis pagi, pasar saham Asia goyah karena investor mencoba menemukan landasan baru setelah mengalami serangkaian kerugian besar.
“Keputusan bank-bank sentral Asia Pasifik untuk bekerja keras dan cepat meningkatkan kekhawatiran resesi global,” jelas Rodrigo Catril, ahli strategi senior forex National Australia Bank.
“Ini juga berarti bahwa The Fed harus datang untuk menyelamatkan,” tambahnya.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi