Sore Ini, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah
Digtara.com | MEDAN – Pergerakan mayoritas saham secara menyeluruh mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Pelemahan ini seiring dengan ekonomi yang melambat disejumlah negara. Demikian dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Gumawan Benyamin kepada wartawan hari ini.
Baca Juga:
“Tak hanya itu, perang dagang AS dengan China juga kembali memasuki babak baru. Ketegangan hubungan dagang antar keduanya memperkeruh situasi ekonomi saat ini. Adanya ancaman AS untuk menaikkan kembali tarif impor 10% atas sejumlah barang-barang yang berasal dari China di respon negatif dan mengancam perekonomian China. Akibatnya, China juga memberikan ultimatum memberikan serangan balasan jika AS menaikkan tarif tersebut,” katanya.
Dia menjelaskan investor saham diberbagai bursa saham terlihat panik dimana pelemahan saham hari ini menekan pergerakan saham-saham yang semestinya mengalami penguatan. Adapun indeks saham di Bursa Walsstreet melemah dimana Dow Jones turun 0,37%, NYSE turun 0,62%, S&P 500 turun 0,72%, dan Nasdaq turun 1,32%.
“Sementara itu indeks saham di Asia mengalami pelemahan yang lebih dalam dimana indeks Hangseng melemah 2,85%, Kospi turun 2%, Korea Composite turun 2,56%, Philipphine turun 2,95%, STI turun 1,98% dan Shanghai turun 1,61%.” katanya.
Dia menjelaskan dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 164 poin atau turun 2,59% di level 6.175%. sebanyak 98 saham mengalami kenaikan sedangkan 414 saham mengalami pelemahan sisanya 98 saham lainnya tak mengalami perubahan. pelemahan IHSG disinyalir tertekan imbas dari pelemahan saham-saham secara global dimana Indonesia merupakan negara berkembang yang rentan terimbas isu perang dagang sementara itu, dari dalam negeri sentimen negatif juga menekan pelemahan saham hari ini dimana rilis data pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2019 melambat yakni hanya berada di level 5,05% (yoy).
“Hal ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2018 lalu sebesar 5,27%.” ungkapnya.
Dia menegaskan pelemahan ini saya kira akan berlanjut esok hari dan lusa IHSG diprediksi akan menguat kembali. Adanya pelemahan saham ini menggiring saham-saham yang memiliki capital market yang cukup besar diperdagangkan secara discount. Sehingga adanya pelemahan saham semacam ini saya kira cukup bagus bagi investor yang memiliki dana cash yang tersedia untuk mengevaluasi saham saham bluechip diharga yang murah.
Di sisi lain, nilai tukar Rupaih melemah terhadap dólar AS sebesar 104 poin atau turun 0,734% di level Rp.14.274/USD. pelemahan ini tidak hanya dirasakan oleh Rupiah namun juga seluruh mata uang utama negara emerging market kecuali Jepang. Yang menguat 0,6% terhadap dólar AS.
“Penguatan dólar AS disinyalir oleh pernyataan Gubernur The Fed (Jerome Powell) yang mengatakan bahwa penurunan suku bunga bukan berarti adanya pelonggaran kebijakan moneter sehingga ini memberikan sinyal bahwa dolar AS masih tetap unggul diantara nilai tukar mata uang negara lainnya,” tambahnya.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur